Penyerang Brimob di Poso Diduga Kelompok Santoso

Selasa, 07 Oktober 2014 - 20:55 WIB
Penyerang Brimob di...
Penyerang Brimob di Poso Diduga Kelompok Santoso
A A A
POSO - Penembakan terhadap Brimob terjadi di wilayah Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (7/10/2014) pagi. Pihak kepolisian menduga kuat penembakan serta pelemparan bom terkait dengan kelompok Santoso atau Daeng Koro.

Hingga kini, personel Brimob melakukan pengejaran terhadap sekelompok orang bersenjata yang pada Selasa pagi melakukan penghadangan sekaligus penembakan dan pelemparan bom terhadap satu regu Brimob. Lokasi penghadangan itu berada sekitar jalanan sepi di perbukitan sekitar 3 kilometer dari permukiman penduduk Desa Tangkura.

Bantuan personel Brimob dikerahkan dari Poso Kota (Ibu Kota Kabupaten Poso). Mereka langsung bergerak masuk ke dalam hutan dari sejumlah titik untuk melakukan pengejaran sekaligus menutup kemungkinan arah pelarian dari kelompok yang diperkirakan berjumlah setidaknya 10 orang tersebut.

Kapolres Poso AKBP Susnadi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian menduga kelompok penyerang itu terkait dengan kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso dan Daeng Koro.

Aksi penghadangan terhadap satu regu Brimob diduga sebagai balas dendam setelah Densus 88 menangkap tiga orang di Poso atas dugaan keterkaitan dengan kelompok teroris. Ketiga orang yang ditangkap itu masing masing S, G, dan A.

Akibat aksi penembakan tersebut, kepolisian di Poso memperketat pengamanan di markas kepolisian sektor khususnya untuk Polsek Poso Pesisir Selatan, Poso Pesisir, dan Polsek Poso Pesisir Utara. Selain pengetatan pengamanan polsek, razia juga dilakukan secara serentak oleh setiap polsek untuk mencari orang-orang mencurigakan maupun bahan peledak.

Seperti diketahui, personel Brimob di Poso pada Selasa pagi tadi terlibat kontak tembak dengan sekelompok orang bersenjata di wilayah Poso Pesisir Selatan. Kontak tembak terjadi setelah sebuah kendaraan taktis Brimob disergap dengan rentetan tembakan api serta pelemparan
bom. Kendaraan taktis Brimob tersebut rusak dan tidak dapat dikendarai setelah radiator rusak akibat terkena lemparan bom.

Anggota Brimob yang ditembaki bertahan mengandalkan perlindungan pada badan mobil yang menahan peluru, hingga menunggu waktu yang tepat untuk keluar dan berlindung di sisi kiri jalan serta membalas tembakan yang datang dari lokasi yang lebih tinggi.
(zik)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
1 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
2 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
4 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
5 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
6 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved