Bulan September Hotspot di Sumsel Meningkat 4 Kali Lipat

Rabu, 01 Oktober 2014 - 15:31 WIB
Bulan September Hotspot...
Bulan September Hotspot di Sumsel Meningkat 4 Kali Lipat
A A A
PALEMBANG - Jumlah titik api (hotspot) di Sumsel pada September ini diperkirakan meningkat empat kali lipat dibanding bulan yang sama di tahun 2013.

UPTD Dinas Kehutanan Sumsel mencatat terjadi peningkatan hotspot yang cukup tajam karena berdasarkan hasil pengukuran terakhir di bulan September 2014 jumlah titik api di Sumsel sudah mencapai 1.957 titik.

Plh Kepala UPTD Kebakaran Hutan Dinas Kehutanan Sumsel, Hasanuddin mengatakan, jumlah hotspot yang terjadi di bulan September tahun ini memang meningkat lebih empat kali lipat lebih dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pada bulan September 2014, jumlah titik api mencapai 1.957 titik. Sedangkan, tahun lalu pada bulan yang sama hanya 448 titik api," ungkapnya, Rabu (1/10/2014).

Dia mengatakan, perbandingan titik api pada bulan September memang bisa dijadikan tolak ukur. Mengingat setiap tahun, bulan September merupakan puncak musim kemarau yang akan menghasilkan hotspot lebih banyak.

Ia juga membenarkan jika keberadaan hotspot terbanyak, masih berada pada kabupaten-kabupaten yang sama dibandingkan tahun lalu. Beberapa kabupaten penghasil titik api diantaranya, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Musi Rawas.

"Jika kabupatennya sama, masih di kabupaten-kabupaten yang memang rawan titik api," timpalnya.

Akan tetapi, Hasanuddin memprediksikan lokasi keberadaan titik api setiap tahunnya masih fluktuatif dan berpindah.

Misalnya, di lokasi tertentu terdapat titik api maka kemungkinan pada wilayah itu, masih berpotensi timbul titik api pada tahun berikutnya. "Bisa juga berpindah, tidak pada titik yang sama," kata dia.

Namun, dia memastikan, jika jumlah hotspot di tahun 2014 tidak begitu tinggi, jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya.

Di Sumsel, pada tahun 2012, jumlah hotspot mencapai 3.843 titik dan pada tahun 2011, mencapai 4.079 titik api. "Tapi tahun ini masih rendah dibandingkan 2011 dan 2012," tukas dia.
(sms)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
7 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
15 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
31 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved