Kebakaran Lereng Merbabu Merembet hingga Boyolali

Selasa, 30 September 2014 - 17:09 WIB
Kebakaran Lereng Merbabu...
Kebakaran Lereng Merbabu Merembet hingga Boyolali
A A A
BOYOLALI - Kebakaran yang terjadi di lereng Gunung Merbabu merembet hingga wilayah Kabupaten Boyolali. Api yang membakar wilayah Boyolali itu merupakan api yang sebelumnya membakar lereng Merbabu, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Keterangan yang dihimpun KORAN SINDO menyebutkan, api mulai memasuki wilayah Kabupaten Boyolali, pada Senin (29/9/2014) malam. Api langsung membakar wilayah lereng Merbabu yang ada di Kecamatan Ampel dan Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Dua kecamatan tersebut merupakan areal Gunung Merbabu yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Semarang.

Salah seorang saksi mata yang merupakan tokoh masyarakat Kecamatan Selo, Subagiyo Hari Utomo, mengatakan api mulai terlihat warga pertama kali di hutan Desa Lencoh dan juga Desa Agrong Kecamatan Ampel. Ketika terlihat, api cukup besar dan mengeluarkan asap pekat yang membumbung tinggi.

"Iya benar api mulai masuk ke wilayah Boyolali, itu merupakan rembetan dari Resort Kalipasang dan juga Resort Wekas yang sebelumnya telah terbakar," ucapnya.

Pihaknya menyebutkan saat ini warga sekitar lereng Merbabu, Boyolali mulai meningkatkan kewaspadaaan mereka. Menurutnya, warga saat ini terus berjaga-jaga di sekitar tempat tinggal mereka untuk mengantisipasi api menjalar hingga ke permukiman.

"Saat ini masyarakat dan relawan terus berjaga-jaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Sementara itu Koordinator Pecinta Alam Waras Kota Solo Mulato Ishaan mengatakan kondisi lereng Gunung Merbabu memang sangat mudah terbakar. Pasalnya, lereng gunung itu dipenuhi dengan sabana dan semak belukar sejak awal jalur pendakian.

Saat musim kemarau seperti ini semak belukar itu bakal kering dan mudah terbakar. Selain itu kondisi biasanya diperparah dengan keringnya rumput yang ada di sabana yang membuat api semakin membesar.

"Bara api kecil saja akan membuat gunung itu terbakar dengan hebat, apalagi di musim kemarau, angin bertiup sangat kencang," ucapnya.

Ia mengatakan, untuk memadamkan api di lereng itu sangatlah sulit dan sangat berbahaya bagi yang melakukannya. Sebab, arah angin dan api tidak bisa diprediksi, sehingga sewaktu-waktu api akan mengarah kepada masyarakat yang memadamkannya. Satu-satunya jalan yang paling efektif adalah melokalisir api dengan cara memutus rembetan.

"Kita bisa memutus api dengan cara membuat parit agar api tidak terus menjalar," ucap Mulato.
(zik)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
Geledah Ruko di Cipete...
Geledah Ruko di Cipete Selatan, Polda Metro Jaya Sita Dokumen dan Komputer
1 jam yang lalu
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
8 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
10 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
12 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
14 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
15 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved