Gedung Sarekat Islam di Semarang Dipugar

Rabu, 24 September 2014 - 05:00 WIB
Gedung Sarekat Islam...
Gedung Sarekat Islam di Semarang Dipugar
A A A
SEMARANG - Setelah melalui proses cukup lama, akhirnya Gedung Sarekat Islam (SI) di Semarang, resmi dipugar. Kemarin, tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng mulai melakukan pemugaran di gedung yang diperkirakan dibangun pada tahun 1919 tersebut.

Ketua Tim Pemugaran Gedung Sarekat Islam dari BPCB Jateng Wahyu Widayat saat ditemui di lokasi mengatakan, proses pemugaran Gedung Sarekat Islam direncanakan selesai akhir November tahun ini. Rencananya, pihaknya melakukan pemugaran di beberapa titik yang mengalami kerusakan parah.

"Kami tidak akan membongkar semuanya, akan tetap kami pertahankan bentuk asli asli dari bangunan ini. Kami mengacu pada foto dokumentasi dari Gedung SI masa lalu yang berhasil kami temukan," kata Wahyu.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pihaknya melakukan perubahan-perubahan kecil dari proses pemugaran gedung yang terletak di Jalan Gendong Selatan 114 Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang itu. Misal, beberapa kayu yang diganti, jendela, genteng, lantai, dan sebagainya.

"Penggantian dilakukan hanya pada bangunan yang tidak dapat diselamatkan. Kalau masih bisa digunakan, tetap kami pertahankan," lanjutnya.

Perubahan yang mencolok, lanjut dia, akan terjadi pada pintu gedung tersebut. Nantinya, pihak BPCB akan mengubah bentuk pintu depan menjadi tiga pintu, dari yang semula hanya satu pintu.

"Perubahan yang mencolok mungkin hanya itu, yang lainnya akan kami pertahankan pada bentuk asli gedung ini. Sama kemungkinan besar lantai gedung akan kami tinggikan sebanyak 20 cm dari semula."

Untuk pemugaran gedung tersebut, lanjut Wahyu, pihaknya menerima anggaran senilai Rp657 juta. Anggaran tersebut berasal dari alokasi bantuan pemugaran dan revitalisasi dari Provinsi Jawa Tengah.

"Setelah selesai dipugar, nantinya akan kami serahkan pengelolaannya pada Pemerintah Kota Semarang dan Yayasan Balai Muslimin (Yabami) yang selama ini mengelola untuk kegiatan sosial. Tentunya kami juga ikut melakukan pengawasan," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang Yunantyo Adi Setyawan yang juga hadir dalam kesempatan itu mengaku senang dengan pemugaran Gedung Sarekat Islam. Menurutnya, hal itu sebagai wujud pelestarian budaya dan pelestarian sejarah masa lalu.

"Gedung ini menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan masa lalu. Selain menjadi tempat Tan Malaka mengajar masyarakat pribumi, gedung ini juga menjadi saksi saat Soekarno merundingkan tentang kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan kolonial di tahun 1931," ujarnya.

Yunantyo berharap, semua pihak baik masyarakat maupun Pemerintah Kota Semarang mendukung penuh upaya pelestarian Gedung Sarekat Islam yang telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya itu. Hal itu penting agar gedung yang memiliki sejarah tinggi itu tetap kokoh berdiri.

"Dengan begitu, anak cucu kita dapat melihat gedung yang menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan kolonial di masa lalu," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Eksotiknya Situs Prasejarah...
Eksotiknya Situs Prasejarah Liang Panning, Surga Tersembunyi di Pelosok Maros
Mengenal Tugu Leitje...
Mengenal Tugu Leitje di Pemalang yang Kini Dijadikan Cagar Budaya
Jembatan Cagar Budaya...
Jembatan Cagar Budaya di Kediri Kembali Dibuka
Pemprov DKI Tetapkan...
Pemprov DKI Tetapkan 14 Cagar Budaya, Ini Daftarnya
Jokowi Minta Jejak Peradaban...
Jokowi Minta Jejak Peradaban Dilestarikan
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
1 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
2 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
2 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
8 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
9 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
11 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved