Polisi Pergi, Puluhan Angkot Kembali Ngetem Sembarangan
Senin, 22 September 2014 - 15:30 WIB
Polisi Pergi, Puluhan Angkot Kembali Ngetem Sembarangan
A
A
A
JAKARTA - Sopir angkot di Terminal Kampung Melayu sepertinya hanya taat hukum ketika ada petugas saja. Buktinya, 30 menit setelah petugas Subdit Gakkum Polda Metro Jaya pergi, puluhan angkot kembali melakukan pelanggaran.
Pantauan Sindonews di Terminal Kampung Melayu, puluhan angkot kembali ngetem sembarangan di sekitar terminal tersebut. Padahal, 30 menit sebelumnya tak ada satu pun angkot ngetem.
Itu dikarenakan puluhan petugas Subdit Gakkum Polda Metro Jaya berada di lokasi dan menindak sopir angkot nakal tersebut.
Angkot berbagai trayek seperti M 16 jurusan Pasar Minggu-Kampung Melayu, M 06 jurusan Kampung Melayu-Gandaria, M 02 Kampung Melayu-Pulogadung terlihat berhenti menunggu penumpang di jalur kendaraan pribadi.
Angkot tersebut berhenti di tengah jalan hingga memakan tiga jalur. Beberapa angkot juga mengetem di jalur bus Transjakarta.
Supriadi (48) sopir angkot mikrolet M 06 jurusan Kampung Melayu-Gandaria mengatakan, setelah tidak ada petugas, barulah para sopir angkot berani menunggu penumpang di sembarang tempat.
"Kalau ada polisi kita enggak berani, bisa kena tilang kayak tadi," ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (22/9/2014).
Pantauan Sindonews di Terminal Kampung Melayu, puluhan angkot kembali ngetem sembarangan di sekitar terminal tersebut. Padahal, 30 menit sebelumnya tak ada satu pun angkot ngetem.
Itu dikarenakan puluhan petugas Subdit Gakkum Polda Metro Jaya berada di lokasi dan menindak sopir angkot nakal tersebut.
Angkot berbagai trayek seperti M 16 jurusan Pasar Minggu-Kampung Melayu, M 06 jurusan Kampung Melayu-Gandaria, M 02 Kampung Melayu-Pulogadung terlihat berhenti menunggu penumpang di jalur kendaraan pribadi.
Angkot tersebut berhenti di tengah jalan hingga memakan tiga jalur. Beberapa angkot juga mengetem di jalur bus Transjakarta.
Supriadi (48) sopir angkot mikrolet M 06 jurusan Kampung Melayu-Gandaria mengatakan, setelah tidak ada petugas, barulah para sopir angkot berani menunggu penumpang di sembarang tempat.
"Kalau ada polisi kita enggak berani, bisa kena tilang kayak tadi," ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (22/9/2014).
(whb)