Kabut Asap Selimuti Riau, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker

Kamis, 18 September 2014 - 09:21 WIB
Kabut Asap Selimuti...
Kabut Asap Selimuti Riau, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker
A A A
PEKANBARU - Kabut asap terus menyelimuti Provinsi Riau. Dinas Kesehatan Riau meminta masyarakat menggunakan masker apabila hendak ke luar rumah.

Imbauan itu dikeluarkan mengingat kondisi udara Riau yang terus memburuk akibat kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan. Berdasarkan alat pengukur pencemaran udara, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan udara Riau sudah tidak sehat.

"Kita meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah. Ini karena kondisi udara saat ini kurang baik," imbau Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P4L) Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra, Kamis (18/9/2014).

Penyakit yang ditimbulkan kabut asap ini paling rentan menyerang pada lansia (lanjut usia) dan anak-anak. Penyakit yang timbul karena asap di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, gangguan kulit, dan asma.

"Kita minta warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila ada kebutuhan mendesak, pergunakan masker," terangnya.

Seperti diketahui, akibat kabut asap sejumlah penerbangan menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, juga dialihkan ke bandara lain, seperti Bandara Hang Nadim, Batam.

Di sisi lain, para pedagang masker di Pekanbaru, Riau, meraup untung akibat kabut asap ini. Pantauan di lapangan, terlihat hampir semua ruas jalan di Pekanbaru ramai oleh penjual masker. Hal itu terlihat di Jalan HM Subrantas, Jalan Arifin Achmad, Jalan Sudirman, dan sejumlah ruas jalan lain.

Tidak hanya di jalan, sejumlah toko juga mulai menjual masker. Harga bervariasi, mulai Rp2.000 sampai Rp20.000. Motifnya juga beraneka ragam.

Romi (45), salah satu pedangan masker di Jalan Sudirman mengatakan saat sudah banyak warga yang membeli dagangannya. Namun belum seperti musim asap pada bulan Maret lalu.

"Kalau seharinya saya bisa menjual 30 sampai 40 masker dengan penjualan dari Rp150.000 hingga Rp200.000 ribu, lumayan juga. Tapi kalau pada musim asap lalu saya bisa jual sampai Rp500.000 per hari," katanya, Rabu (17/9/2014).
(zik)
Berita Terkait
Jambi Dikepung Kabut...
Jambi Dikepung Kabut Asap, Pelajar PAUD hingga SMP Diliburkan
Kabut Asap Memburuk,...
Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Kota Jambi Terpaksa Diliburkan
Kabut Asap Kepung Palembang,...
Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Dikepung Kabut Asap...
Dikepung Kabut Asap Karhutla, Warga Rokan Hilir Mulai Mengungsi
Bencana Kabut Asap di...
Bencana Kabut Asap di Palembang Kian Parah
Viral AC Mobil Keluar...
Viral AC Mobil Keluar Kabut Sampai Berembun, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
2 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
3 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
4 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
4 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
5 jam yang lalu
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
17 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Gunakan AI...
Arab Saudi Gunakan AI untuk Cetak Penghafal Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved