Sopir Metro Mini ABG, Ini Reaksi Penumpang
Selasa, 16 September 2014 - 14:06 WIB
Sopir Metro Mini ABG, Ini Reaksi Penumpang
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah penumpang mengaku ciut nyali saat naik Metro Mini disopiri anak di bawah umur alias ABG.
Rifki (42) penumpang Metro Mini S 75 rute Pasar Minggu-Blok M memilih membatalkan niatnya naik saat melihat sopir di belakang kemudi adalah ABG.
"Pernah naik, pas lihat sopirnya anak-anak turun lagi," katanya ketika ditemui di Terminal Pasar Minggu, Jaksel, Selasa (16/9/2014).
Biar bagaimanapun, lanjut Rifki, keselamatan penumpang adalah hal yang utama. Apalagi dirinya kerap membawa anak-anaknya naik angkutan umum.
"Pernah ngeliat bocah nyupir, mending turun saja. Saya cari aman saja. Lagian kenapa bisa anak di bawah umur yang bawa (Metro Mini)," tutupnya.
Lain halnya dengan Ida (32) karyawati swasta di kawasan Mampang Prapatan. Dia mengaku tidak khawatir naik Metro Mini yang dibawa oleh seorang anak kecil.
"Udah biasa, biarin saja, orang dia lagi nyari duit. Lagian biasanya dia cuma sekali jalan doang. Pas di Blok M diganti lagi sama sopir yang lebih tua," tuturnya.
Ida menambahkan, Metro Mini yang dikendarai oleh anak-anak berbeda.
"Kalau bocah yang bawa ada bagusnya juga. Dia bawanya pelan-pelan. Tidak ugal-ugalan atau kebut-kebutan" tuturnya.
Selain itu, Ida mengatakan, dengan menjadikan anak-anak putus sekolah seperti Zahri (14) dan Iyan (15) menjadi kondektur. Merupakan salah satu langkah mengurangi anak-anak jalanan.
"Mending jadi kondektur. Coba kalau jadi anak jalanan. Luntang-lantung enggak jelas. Yang ada malah ganggu orang," tutupnya.
Rifki (42) penumpang Metro Mini S 75 rute Pasar Minggu-Blok M memilih membatalkan niatnya naik saat melihat sopir di belakang kemudi adalah ABG.
"Pernah naik, pas lihat sopirnya anak-anak turun lagi," katanya ketika ditemui di Terminal Pasar Minggu, Jaksel, Selasa (16/9/2014).
Biar bagaimanapun, lanjut Rifki, keselamatan penumpang adalah hal yang utama. Apalagi dirinya kerap membawa anak-anaknya naik angkutan umum.
"Pernah ngeliat bocah nyupir, mending turun saja. Saya cari aman saja. Lagian kenapa bisa anak di bawah umur yang bawa (Metro Mini)," tutupnya.
Lain halnya dengan Ida (32) karyawati swasta di kawasan Mampang Prapatan. Dia mengaku tidak khawatir naik Metro Mini yang dibawa oleh seorang anak kecil.
"Udah biasa, biarin saja, orang dia lagi nyari duit. Lagian biasanya dia cuma sekali jalan doang. Pas di Blok M diganti lagi sama sopir yang lebih tua," tuturnya.
Ida menambahkan, Metro Mini yang dikendarai oleh anak-anak berbeda.
"Kalau bocah yang bawa ada bagusnya juga. Dia bawanya pelan-pelan. Tidak ugal-ugalan atau kebut-kebutan" tuturnya.
Selain itu, Ida mengatakan, dengan menjadikan anak-anak putus sekolah seperti Zahri (14) dan Iyan (15) menjadi kondektur. Merupakan salah satu langkah mengurangi anak-anak jalanan.
"Mending jadi kondektur. Coba kalau jadi anak jalanan. Luntang-lantung enggak jelas. Yang ada malah ganggu orang," tutupnya.
(ysw)