Kata Pengamat dari UI Soal Masih Marak Parkir Liar
Selasa, 16 September 2014 - 04:57 WIB
Kata Pengamat dari UI Soal Masih Marak Parkir Liar
A
A
A
JAKARTA - Masih maraknya parkir liar di beberapa titik di Ibukota, akibat masyarakat memiliki kecenderungan untuk tidak tertib.
"Selain masyarakat yang banyak tidak tertib. Ditambah aparat yang membiarkan kesalahan tersebut berulang lagi," kata Devie Rachmawati pengamat sosial budaya dari Universitas Inondesia saat dihubungi Sindonews pada Senin 15 September kemarin.
Sebagai contoh oknum petugas dishub membiarkan orang yang melanggar rambu dilarang parkir dan tidak menegurnya.
"Lambat laun si pelanggar merasa yang dia kerjakan itu benar dan tidak bertentangan dengan aturan," tambahnya.
Devie melanjutkan, belakangan ini malah yang terlihat masyarakatlah yang lebih galak dari aparat.
"Pembiaran dan kontrol sosial yang lemah akan mendorong individu untuk melanggar aturan. Saat pelanggaran, menjadi norma publik, publik akan marah dan menganggap ini sudah menjadi haknya," ungkap Devie.
Solusinya, lanjut dia, aparat harus tegas dan tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan. Nantinya muncul ketaatan pada diri masing-masing individu.
"Selain masyarakat yang banyak tidak tertib. Ditambah aparat yang membiarkan kesalahan tersebut berulang lagi," kata Devie Rachmawati pengamat sosial budaya dari Universitas Inondesia saat dihubungi Sindonews pada Senin 15 September kemarin.
Sebagai contoh oknum petugas dishub membiarkan orang yang melanggar rambu dilarang parkir dan tidak menegurnya.
"Lambat laun si pelanggar merasa yang dia kerjakan itu benar dan tidak bertentangan dengan aturan," tambahnya.
Devie melanjutkan, belakangan ini malah yang terlihat masyarakatlah yang lebih galak dari aparat.
"Pembiaran dan kontrol sosial yang lemah akan mendorong individu untuk melanggar aturan. Saat pelanggaran, menjadi norma publik, publik akan marah dan menganggap ini sudah menjadi haknya," ungkap Devie.
Solusinya, lanjut dia, aparat harus tegas dan tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan. Nantinya muncul ketaatan pada diri masing-masing individu.
(whb)