Warga Garut Tewas di Freeport, Pemerintah Tidak Tahu
Senin, 15 September 2014 - 16:01 WIB
Warga Garut Tewas di Freeport, Pemerintah Tidak Tahu
A
A
A
GARUT - Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kabupaten Garut tidak memiliki informasi mengenai kematian Boby Hermawan (33), pekerja kontraktor di PT Freeport Papua.
Kepala Disnakersostrans Kabupaten Garut Elka Nurhakimah mengatakan, pihaknya belum menerima laporan maupun berkoordinasi dari Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) ihwal hal tersebut.
“Kami tidak mengetahui informasi, termasuk domisili korban yang tidak lain adalah seorang operator tambang di PT Freeport Papua. Tidak ada tembusan atau berkoordinasi dengan kami selaku perwakilan pemerintah di sini (Garut),” kata Elka, Senin (15/9/2014).
Menurut Elka, kondisi seperti ini lumrah terjadi jika peristiwa nahas yang menimpa pekerja asal Garut berada di dalam negeri. Biasanya, koordinasi atau hal lain yang melibatkan pemerintah daerah, baru dilakukan jika lokasi warga di luar negeri.
“Biasanya, kalau warga Garut menjadi korban dalam sebuah peristiwa di luar negeri, barulah kami dilibatkan. Kami diberi informasi, dimintai kerja sama, bahkan diperintahkan untuk ikut menjemput korban. Seringnya untuk kasus-kasus yang menimpa TKW atau korban trafficking,” terangnya.
“Dalam kasus yang terjadi di PT Freeport, saya melihat pihak perusahaan telah melakukan tanggung jawabnya. Dari mulai upaya penyelamatan hingga mengantar jenazah korban dari Papua ke Garut,” ucapnya.
Seperti diketahui, Boby merupakan warga Garut yang telah bekerja di area tambang PT Freeport sejak 2011 lalu. Operator tambang ini dilaporkan tewas dalam sebuah insiden kecelakaan, karena tertimpa reruntuhan di tempatnya bekerja, pada Jumat 12 September 2014.
Kementerian ESDM membenarkan peristiwa yang terjadi pada pukul 23.30 WIT itu. Boby menjadi satu-satunya korban tewas dalam kejadian nahas di area West Muck Bay, tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia (PTFI), Tembagapura, Mimika, Papua.
Kepala Disnakersostrans Kabupaten Garut Elka Nurhakimah mengatakan, pihaknya belum menerima laporan maupun berkoordinasi dari Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) ihwal hal tersebut.
“Kami tidak mengetahui informasi, termasuk domisili korban yang tidak lain adalah seorang operator tambang di PT Freeport Papua. Tidak ada tembusan atau berkoordinasi dengan kami selaku perwakilan pemerintah di sini (Garut),” kata Elka, Senin (15/9/2014).
Menurut Elka, kondisi seperti ini lumrah terjadi jika peristiwa nahas yang menimpa pekerja asal Garut berada di dalam negeri. Biasanya, koordinasi atau hal lain yang melibatkan pemerintah daerah, baru dilakukan jika lokasi warga di luar negeri.
“Biasanya, kalau warga Garut menjadi korban dalam sebuah peristiwa di luar negeri, barulah kami dilibatkan. Kami diberi informasi, dimintai kerja sama, bahkan diperintahkan untuk ikut menjemput korban. Seringnya untuk kasus-kasus yang menimpa TKW atau korban trafficking,” terangnya.
“Dalam kasus yang terjadi di PT Freeport, saya melihat pihak perusahaan telah melakukan tanggung jawabnya. Dari mulai upaya penyelamatan hingga mengantar jenazah korban dari Papua ke Garut,” ucapnya.
Seperti diketahui, Boby merupakan warga Garut yang telah bekerja di area tambang PT Freeport sejak 2011 lalu. Operator tambang ini dilaporkan tewas dalam sebuah insiden kecelakaan, karena tertimpa reruntuhan di tempatnya bekerja, pada Jumat 12 September 2014.
Kementerian ESDM membenarkan peristiwa yang terjadi pada pukul 23.30 WIT itu. Boby menjadi satu-satunya korban tewas dalam kejadian nahas di area West Muck Bay, tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia (PTFI), Tembagapura, Mimika, Papua.
(san)