3 Gempa Beruntun Hantam Sumatera Barat

Kamis, 11 September 2014 - 14:36 WIB
3 Gempa Beruntun Hantam...
3 Gempa Beruntun Hantam Sumatera Barat
A A A
PADANG - Tiga gempa beruntun terjadi di Tanah Datar, Agam, Pariaman, dan Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, tadi malam. Kenati begitu, gempa tidak terlalu membahayakan warga.

"Pusat gempa terjadi di segmen Sumani arah Ombilin, atau bagian timur di seputar Danau Singkarak. Gempa tidak terlalu membahayakan," kata Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar Ade Edwar, Kamis (11/9/2014).

Dia melanjutkan, gempa pertama terjadi pukul 00.46 WIB dengan kekuatan 5 SR, berlokasi 0.57 Lintang Selatan 100.53 Bujur Timur dengan kedalam 10 KM yang berpusat di darat, sejauh 14 kilometer Barat Daya Tanah Datar.

"Gempa pertama dirasakan di Batusangakar, Padangpanjang, Sicincin, Bukittinggi, dan Padang, serta Agam," terangnya.

Gempa kedua terjadi pukul 00:52 WIB, dengan kekuatan 4,2 SR, di kedalam 10 KM. Lokasi gempa 0.49 Lintang Selatan, 100.5 Bujur Timur. Pusat gempa berada di darat, delapan Kilometer Tenggara Padang Panjang.

"Gempa hanya dirasakan di Padangpanjang, dan Batusangkar, Kabupaten Tana Datar. Selang empat menit gempa darat kembali terjadi, di 11 km Barat Daya Tanah Datar, Batu Sangkar, dengan kedalam 10 Kilometer dengan kekuatan 4,2 SR," jelasnya.

Meski beruntun, gempa tidak terlalu membahayakan, karena energinya sudah keluar pada tahun 2007. “Segmen ini siklusnya sekitar 70-80 tahun, karena energinya sudah keluar, maka itu tidak berbahaya, tapi tetap waspada,” ungkapnya.

Yang berbahaya, menurut Ade Edwar, ada dua segmen di Sumbar. Segmen pertama itu di Sumpur-Barumun Pasaman, ada dua segmen di lokasi tersebut. Gempa terjadi pada 150 tahun lalu, dengan kekuatan 7 SR, jalurnya itu adalah Jalan Bonjol sampai Rao.

“Kalau sudah 7 SR gempa darat, ini sangat berbahaya, bisa jalan terkelupas dibuatnya,” tegasnya.

Segmen berikutnya, adalah segmen Suliti-Muaro Labuh Solok Selatan. Jalurnya dari Lubuk Selasih, akan melintas ke Danau Diatas, siklus gempanya 70 tahunan.

“Gempa terakhir pada tahun 1943 yang terkenal dengan gempa Muaro Labuh dengan kekuara 6,4 SR, pada tahun ini rumah warga rata-rata dari kayu sehingga tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
BMKG: Gempa Bumi M5,1...
BMKG: Gempa Bumi M5,1 di Mamuju Tengah Tak Berpotensi Tsunami
Apakah Aplikasi Pendeteksi...
Apakah Aplikasi Pendeteksi Gempa Benar-Benar Berfungsi?
Gempa Terkini Banten,...
Gempa Terkini Banten, Warganet Curhat di Twitter
2 Kali Gempa Besar Guncang...
2 Kali Gempa Besar Guncang Banten Terjadi Hari Jumat, Netizen Langsung Teringat Kiamat
Gempa Bumi Berkekuatan...
Gempa Bumi Berkekuatan M 5,7 Guncang Bayah Banten
Diguncang Gempa M 5,9...
Diguncang Gempa M 5,9 Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan Sempat Mengalami Kepanikan
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
17 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved