Pembunuh Pesilat Blitar Ditangkap di Banyuwangi

Kamis, 11 September 2014 - 00:21 WIB
Pembunuh Pesilat Blitar...
Pembunuh Pesilat Blitar Ditangkap di Banyuwangi
A A A
BLITAR - Aparat Polres Blitar akhirnya berhasil membekuk dua dari tiga tersangka pembunuh Mujiono, pesilat asal Kecamatan Srengat, Blitar.

"Dua dari tiga orang tersangka kasus penganiayaan telah berhasil kita amankan," ujar Kasat Reskrim Polres Kota Blitar AKP Slamet Riyadi kepada wartawan, Rabu (10/9/2014).

Sugeng alias Mentok (23), warga Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi, dibekuk di Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi.

Dari keterangan Sugeng, polisi meringkus Muhammad Hani Asfiani (23). Rekan yang juga tetangga Sugeng ini bersembunyi di salah satu rumah keluarganya di wilayah Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

"Sugeng ditangkap tanggal 3 September. Sedangkan Hani tanggal 9 September. Saat ini keduanya ditahan di mapolres," terang Slamet.

Mengacu keterangan 17 orang saksi dan sejumlah alat bukti, kedua tersangka bersama satu orang yang masih buron terbukti bertindak sebagai eksekutor.

Selain menyarangkan tendangan, tersangka juga menghantam kepala korban, Mujiono, dengan helm. Akibatnya sebagian tulang dahi hingga belakang kepala korban remuk.

Dalam perjalanan menuju RSU Mardi Waluyo Kota Blitar, nyawa Mujiono tak tertolong. Aksi brutal itu berawal dari kendaraan korban yang menyerempet salah seorang anggota gerak jalan (17 Agustus) yang tengah latihan di jalan raya Dusun Sweden, Desa Kolomayan.

Menurut Slamet, saat ini petugas masih memburu satu tersangka bernama Beni. Mengenai bertambah tidaknya jumlah tersangka, kata Slamet, tergantung keterangan dari pelaku yang tertangkap. "Segala kemungkinan bisa terjadi. Tergantung pengembangan pemeriksaan," jelasnya.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 170 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Seperti diketahui, peristiwa terbunuhnya Mujiono memunculkan aksi solidaritas dari anggota perguruan bela diri. Mereka menilai aparat kepolisian tidak tegas. Karenanya, para pendekar sempat melakukan perburuan para pelaku, termasuk men-sweeping warga Desa Kolomayan.

Dari hasil investigasi para pendekar, jumlah pelaku tidak hanya tiga orang. Mereka meyakini lebih mengingat jumlah anggota gerak jalan sekitar 30 orang. Menurut Mohammad Nurjiyanto selaku juru bicara para pendekar, polisi harus menangkap seluruh pelaku.

"Tidak mungkin pelaku hanya dua tiga orang. Semua yang terlibat harus bertanggung jawab, " tegas Nurjiyanto.
(zik)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
55 menit yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
1 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
2 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
2 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
3 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved