3 TKI Asal Sukabumi Disekap Dalam Pabrik di Malaysia

Jum'at, 05 September 2014 - 10:27 WIB
3 TKI Asal Sukabumi...
3 TKI Asal Sukabumi Disekap Dalam Pabrik di Malaysia
A A A
SUKABUMI - Tiga orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, diduga menjadi korban perbudakan di sebuah pabrik mie, di Serawak, Malaysia. Ketiganya disekap di kawasan pabrik selama berhari-hari.

Ketiga TKI itu terdiri dari satu orang wanita berinisial A (23), dan dua orang pria masing-masing EG (19), serta ID (23). Sejauh ini, belum diketahui bentuk tindak kekerasan yang dialami ketiganya. Namun dari laporan sementara, mereka mengalami penyekapan oleh majikannya di dalam pabrik mie.

Kasus perbudakan TKI ini terungkap berdasarkan pengaduan salah satu keluarga korban kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi.

Dalam pengaduan itu disebutkan, aksi penyekapan dilakukan saat ketiganya hendak meninggalkan pabrik mie, sepulang jam kerja. Namun niatan para TKI itu dihalangi oleh sang majikan. Bahkan ketiganya dipaksa untuk kembali masuk ke dalam pabrik dan tidak diperbolehkkan keluar gedung.

"Kondisi yang dialami para TKI ini baru dialami, setelah salah satu dari mereka menghubungi keluarganya di Indonesia. Berdasarkan pengaduan, pihak keluarga meminta bantuan agar ketiganya segera dibebaskan. Sekarang kasus dugaan penyekapan TKI tersebut tengah kami tindaklanjuti," ujar Wakil Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi Elis Nurbaeti, Jumat (5/9/2014).

Dari hasil penelusuran sementara, Elis menduga para TKI itu telah menjadi korban tindak perdagangan manusia. Dugaan tersebut berdasarkan data dan keterangan yang menyebutkan ketiga korban diberangkatkan menjadi TKI, pada 14 Agustus 2014.

Awalnya, mereka akan diperkerjakan di sebuah perusahaan peternakan di Singapura, dengan upah kerja sebesar Rp2 juta. Tetapi kenyataannya mereka ditempatkan di pabrik pembuatan mie di Malaysia.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kedutaan besar RI di Malaysia. Mereka merupakan korban perdagangan manusia, sebab keberangkatannya dilakukan secara ilegal melalui jalur darat lintas Kalimantan. Disamping itu, tempat kerja yang saat ini menjadi lokasi penyekapannya pun bukan tempat pekerjaan yang sudah dijanjikan," tutur Elis.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Aam Ammar Halim mengaku, kasus perbudakan TKI ini tengah ditanganinya. Sebagai langkah awal, disnakertrans sudah menerjunkan tim untuk melakukan pengumpulan data dan keterangan dari masing-masing keluarga TKI.

"Keterangan pihak keluarga sangat penting untuk mengetahui secara jelas lokasi penyekapan tersebut," tegas Aam.
(san)
Berita Terkait
Anak TKI Dinilai Rentan...
Anak TKI Dinilai Rentan Jadi Korban Kekerasan, Mengapa?
Dituduh Punya Ilmu Sihir,...
Dituduh Punya Ilmu Sihir, TKW Situbondo Lolos Hukuman Mati Di Arab Saudi
Moratorium Pengiriman...
Moratorium Pengiriman TKI ke Malaysia, BP2MI Beberkan Kekerasan Dialami Pekerja
Video Ibu Aniaya Anak...
Video Ibu Aniaya Anak Viral di Medsos, Polresta Cirebon Lakukan Penyelidikan
Tergiur Gaji Besar,...
Tergiur Gaji Besar, TKW Asal Grobogan Jadi Korban Perdagangan Manusia di Arab Saudi
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
3 jam yang lalu
Kemenkes Gelar Investigasi...
Kemenkes Gelar Investigasi Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
3 jam yang lalu
Polisi Dalami Motif...
Polisi Dalami Motif Dokter Muda Loncat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata
3 jam yang lalu
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
5 jam yang lalu
Polisi Tetapkan 7 Tersangka...
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
6 jam yang lalu
Puslabfor Polri Datangi...
Puslabfor Polri Datangi Klinik Mordent, Olah TKP Lanjutan Kematian Sutrimo
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved