Tempat Hiburan Malam di Parangtritis Kembali Marak

Jum'at, 29 Agustus 2014 - 20:10 WIB
Tempat Hiburan Malam...
Tempat Hiburan Malam di Parangtritis Kembali Marak
A A A
BANTUL - Tempat hiburan malam kembali marak di kawasan Pantai Parangkusumo, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek. Padahal, belum genap setahun aparat gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri melakukan penertiban.

Maraknya tempat karaoke ini seiring sejalan dengan peredaran miras di kawasan tersebut. Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Bantul Anjar Arintaka mengaku sudah mengetahuinya dari laporan warga.

"Iya, kami dapat laporan, dan memang dari penyelidikan kami ada beberapa rumah karaoke yang dulu ditertibkan, kini buka lagi," paparnya, saat ditemui wartawan, Jumat (29/8/2014).

Dalam waktu dekat, pihaknya mengaku akan melakukan operasi kembali. Tak hanya di Parangkusumo, operasi juga akan dilakukan di sepanjang pantai selatan Bantul. Rencananya, operasi akan dilaksanakan bulan depan.

Kepala Desa Parangtritis Topo mengakui, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dengan maraknya karaoke yang diikuti oleh kegiatan prostitusi, serta peredaran minuman keras di wilayahnya. Sebaliknya, dia malah menyalahkan warga.

Sebaliknya, dia beralasan semua tergantung kepada warga setempat. "Warga di sana itu ternyata belum memiliki kesadaran untuk bebas dari aktivitas maksiat itu. Sehingga kalau kami tegas, justru jadi bumerang,” terangnya.

Untuk membersihkan kawasan tersebut, katanya, perlu ketegasan dari Pemerintah Daerah. Seperti yang dilakukan di Pantai Depok yang terkenal sebagai tempat prostitusi dan karaoke ilegal.

Menyikapi hal itu, anggota DPRD Bantul dari Kecamatan Kretek Suradal mengatakan, penertiban oleh pemerintah tidak akan membuahkan hasil, karena selama ini tidak ada tindaklanjutnya.

Pemerintah, kataya, tidak bisa memberi solusi persoalan, paska penertiban seperti pengangguran dan terlantarnya orang-orang yang selama ini berkecimpung di dalam karaoke tersebut.

"Kegiatan positif seperti pengajian sudah sering digelar. Tapi hasilnya tidak nampak," tandasnya.

Harusnya, lanjut anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, pemerintah memberikan solusi berupa kesempatan pembukaan lapangan kerja baru. Misalnya memasukkan para pekerja seks komersil menjadi karyawan ke sejumlah perusahaan.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved