Pasangan Lansia Terharu Terima Buku Nikah

Senin, 25 Agustus 2014 - 16:32 WIB
Pasangan Lansia Terharu...
Pasangan Lansia Terharu Terima Buku Nikah
A A A
PASURUAN - Wajah-wajah ceria terpancar dari raut muka para pasangan pengantin yang baru mengucap ijab kabul. Bukan karena mendapatkan mahar (mas kawin) dari sang pujaan hati, melainkan sebuah buku nikah yang selama belasan bahkan puluhan tahun yang tak pernah dimilikinya.

Para pengantin yang kembali mengucap akad nikah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan ini, merupakan peserta nikah massal dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI. Pasangan suami istri (pasutri) ini adalah keluarga tidak mampu di wilayah Kota Pasuruan. Beberapa di antaranya bahkan sudah berusia lanjut (lansia).

Pasutri Supartono (62 ) dan Tila (61), begitu bahagia saat menerima dua buah buku nikah sebagai pertanda peresmian pernikahannya. Sang istri nampak melelehkan air matanya karena merasa terharu. Warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo ini bahkan tak canggung untuk menunjukkan surat nikahnya.

"Saya teringat orangtua yang dulu mendampingi pernikahan," ujar nenek Tila, seraya menundukkan kepalanya.

Sebanyak 21 pasutri yang sebagian besar berusia di atas 50 tahun tersebut, selama ini belum memiliki akta pernikahan sebagai bukti sah bahwa mereka telah membentuk ikatan keluarga. Keterbatasan ekonomi dan rendahnya kesadaran akan pentingnya akta pernikahan ini yang menjadi penyebab para pasutri memilih menikah secara siri.

Kepala Kemenag Kota Pasuruan Makmur Salim mengungkapkan, pernikahan siri hingga saat ini masih dilakukan masyarakat. Mereka menganggap bahwa pernikahan siri sudah merupakan bentuk pernikahan yang sah secara agama. Namun mereka belum memahami akan pentingnya kepemilikan akta nikah.

"Nikah masal ini sebagai upaya untuk mengurangi pernikahan siri yang masih terjadi di masyarakat. Melalui pernikahan massal, para pasutri mendapatkan buku akta nikah yang menjadi bukti diakuinya secara agama dan negara," kata Makmur Salim.

Pernikahan masal yang diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu ini, lanjut Makmur Salim, tidak dikenakan biaya sepersen pun. Sebaliknya, para pasutri ini juga mendapatkan uang mahar sebesar Rp100.000 yang diberikan dari Kantor Kemenag.

"Nikah massal ini juga sebagai sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2014 yang mengatur tentang biaya nikah gratis yang dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) pada hari dan jam kerja. Tapi jika memanggil penghulu dikenakan biaya Rp600.000 yang dibayarkan melalui bank yang ditunjuk," kata Makmur Salim.
(zik)
Berita Terkait
Bikin Baper Jomblo,...
Bikin Baper Jomblo, 6 Pasangan Pengantin Ini Ikuti Nikah Massal di Bandung
187 Pasang Pengantin...
187 Pasang Pengantin Ikuti Pawai Nikah Massal di Bekasi
Potret Arakan 100 Pasangan...
Potret Arakan 100 Pasangan Pengantin Nikah Massal di Palembang
100 Pasangan Ikat Janji...
100 Pasangan Ikat Janji Suci dalam Nikah Massal di Masjid Istiqlal
Potret Resepsi Nikah...
Potret Resepsi Nikah Massal Palembang
Potret Arakan Pengantin...
Potret Arakan Pengantin Nikah Massal Naik Odong-odongĀ  di Palembang
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
4 jam yang lalu
Infografis
Jadi Kawan Israel, Maroko...
Jadi Kawan Israel, Maroko Negara Arab Pertama yang Terima F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved