Sering Dimarahi, Alasan Dona Bunuh Bayi Jeanette
Senin, 25 Agustus 2014 - 12:15 WIB
Sering Dimarahi, Alasan Dona Bunuh Bayi Jeanette
A
A
A
PEKANBARU - Keterangan pembunuh bayi Jeanette Gracya Candrio, Yulia alias Dona (20), selalu berbelit-belit. Namun, akhirnya Polresta Pekanbaru memastikan motif kasus ini adalah dendam.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Hariwiyawan Harun menjelaskan bahwa tersangka Dona mengaku sakit hati sering dimarahi salah satu keluarga majikannya.
"Tersangka akhirnya mengaku bahwa dia membunuh korban karena sakit hati sering dimarahi salah satu keluarga majikannya," kata Hariwiyawan di ruang kerjanya, Senin (25/8/2014).
Tersangka sebenarnya baru tiga hari kerja di rumah majikannya Iren (20) dan Indra (25) di Jalan Lili, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Namun, walau baru bekerja singkat sebagai pembantu rumah tangga, tersangka mengaku sudah tidak betah.
"Kenapa dia membunuh bayi Jeanette, alasannya karena dilihatnya korbannya lemah."
Namun, dalam kasus ini polisi tidak menjerat Dona dengan pembunuhan berencana. "Dalam kasus ini yang kita terapkan adalah Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang lain, tapi tidak pembunuhan berencana. Ini karena aksi pembunuhan ini dilakukan secara spontan saja," ujarnya.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Hariwiyawan Harun menjelaskan bahwa tersangka Dona mengaku sakit hati sering dimarahi salah satu keluarga majikannya.
"Tersangka akhirnya mengaku bahwa dia membunuh korban karena sakit hati sering dimarahi salah satu keluarga majikannya," kata Hariwiyawan di ruang kerjanya, Senin (25/8/2014).
Tersangka sebenarnya baru tiga hari kerja di rumah majikannya Iren (20) dan Indra (25) di Jalan Lili, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Namun, walau baru bekerja singkat sebagai pembantu rumah tangga, tersangka mengaku sudah tidak betah.
"Kenapa dia membunuh bayi Jeanette, alasannya karena dilihatnya korbannya lemah."
Namun, dalam kasus ini polisi tidak menjerat Dona dengan pembunuhan berencana. "Dalam kasus ini yang kita terapkan adalah Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang lain, tapi tidak pembunuhan berencana. Ini karena aksi pembunuhan ini dilakukan secara spontan saja," ujarnya.
(zik)