Baru 4 Bulan Dibangun Tembok Pengendali Banjir Roboh

Minggu, 24 Agustus 2014 - 15:13 WIB
Baru 4 Bulan Dibangun...
Baru 4 Bulan Dibangun Tembok Pengendali Banjir Roboh
A A A
SIMALUNGUN - Bangunan tembok pengendali banjir di Desa Marubun Jaya, Afdeling 3, Kebun Marihat yang baru selesai roboh karena diterpa hujan. Padahal proyek dengan anggaran Rp 1,6 miliar baru selesai sekitar empat bulan lalu. Diduga akibat kualitas pekerjaan yang buruk oleh rekanan pelaksanaanya.

Informasi yang diperoleh Minggu (24/8/2014) tembok pengendalian banjir yang dibangun mengantisipasi banjir di pemukiman penduduk bagi lima desa yaitu Marubun Jaya, Totap Majawa,Parbalogan dan Bah Jambi 2-3,mendadak roboh beberapa hari lalu dan hingga kini belum diperbaiki.

Kepala Desa Parbalogan,Tuyanto mengatakan, jika tembok pengendali banjir tidak segera diperbaiki dikhawatirkan ratusan rumah warga di lima desa akan kembali terendam banjir bila hujan deras turun.

“Kami berharap Pemkab Simalungun segera memperbaikinya, karena jika tidak, ratusan rumah warga di lima desa, terancam terendam banjir jika hujan deras turun. Hal ini sangat meresahkan warga,” kata Tuyanto.

Sementara itu salah seorang warga sekitar, Sukiman (27) mengatakan, tembok pengendalian banjir roboh diduga karena tidak seluruh bangunan dicor, sehingga roboh ketika hujan deras, tidak mampu menahan air yang melimpah.

“Dari pengamatan saya, tidak seluruh bangunan tembok dicor oleh rekanan, hanya sebagian saja yang dicor. Selebihnya hanya dipasangi batu dan kemudian diplester, sehingga tidak mampu menahan air yang melimpah saat hujan deras,” ujar Sukiman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun,Eka Hendra mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk mempersiapkan langkah-langkah yang akan dilakukan memperbaiki tembok pengendalian banjir di Desa Marubun Jaya, Afdeling 3, Kebun Marihat, yang roboh tersebut.

“Sudah diturunkan tim untuk mempersiapkan langkah-langkah yang harus dilakukan memperbaiki tembok yang jebol. Yang pasti pemerintah daerah akan berupaya menangani secepatnya,” tandas Eka.
(sms)
Berita Terkait
Peringati World Wetlands...
Peringati World Wetlands Day, GMKI Soroti Kerusakan Lahan Basah di Indonesia
Kampanye Say No To Styrofoam
Kampanye Say No To Styrofoam
Demi Kelestarian Lingkungan,...
Demi Kelestarian Lingkungan, Dirjen KLHK Rosa Vivien Beberkan Dua Regulasi
Rasisme Dapat Sebabkan...
Rasisme Dapat Sebabkan Kerusakan Mental dan Penyakit Kronis
Dampak Kenaikan Suhu,...
Dampak Kenaikan Suhu, Antartika Mulai Berubah Jadi Hijau
Kesadaran Kolektif Ekoteologis:...
Kesadaran Kolektif Ekoteologis: Perspektif Islam dalam Merespons Krisis Lingkungan di Indonesia
Berita Terkini
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
12 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
28 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved