Pengamat: DKI Hanya Jago di Konsep Pembangunan

Kamis, 21 Agustus 2014 - 13:19 WIB
Pengamat: DKI Hanya...
Pengamat: DKI Hanya Jago di Konsep Pembangunan
A A A
JAKARTA - Program revitalisasi angkutan umum di Jakarta masih dikerjakan dalam konsep proyek.

Setiap program yang dijalani hanya bagus diawal atau pada pembangunan, tapi kurang memerhatikan aspek pemeliharaan.

Pengamat Transportasi, Country Director Institute for Transportasi Development Policy (ITDP) Yoga Adiwinarto berpendapat, Pemprov DKI Jakarta hanya bagus dalam konsep rancangan pembangunan.

Setiap proyek dikerjakan dengan semenarik mungkin. Setelah itu, hasil pembangunan dibiarkan begitu saja. Tanpa melihat aspek pemeliharaan.

Sehingga program yang dikerjakan pada awal hilang ditelan waktu. Sebagai contoh pembangunan dua terminal angkutan jalan, Manggarai dan Kota.

Terminal Manggarai yang belum cukup setahun beroperasi telah mengalami kerusakan di fasilitas pendukung. Sebutlah itu, toilet, eskalator dan lift tidak berfungsi. Padahal dua terminal tersebut dibangun dengan anggaran tidak sedikit. Di Terminal Manggarai menelan Rp12,5 miliar dan Rp9 miliar.

"Semula proyek itu sangat hingar bingar dan seakan memberikan harapan baru kepada masyarakat. Sayangnya hanya berjalan beberapa bulan, fasilitasnya kembali buruk. Tidak ada kelanjutannya," ungkap Yoga Adiwinarto, kemarin.

Melihat dari kondisi itu dikhawatirkan proyek revitalisasi selanjutnya yang sedang berlangsung tahun ini di empat terminal, Rawamangun, Klender, Pinang Ranti dan Muara Angke akan mengalami hal serupa.

Keempat terminal tersebut masing-masing dianggar menelan biaya pembangunan berkisar antara Rp8 miliar hingga Rp48,5 miliar. ”Aset yang dibangun senilai itu kalau tidak dipelihara sangat disayangkan sekali,” imbuhnya.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta juga baru memiliki angkutan jalan baru, Pulo Gebang. Terminal yang dirancang tercanggih di Asia Tenggara itu belum beroperasional optimal, karena terkendala pembangunan akses jalan layang dari tol Cikampek.

Terminal itu telah diresmikan pada 2012 hingga kini belum bisa digunakan untuk antarkota antarprovinsi (AKAP). Padahal pembangunannya menelan anggaran cukup besar, Rp430 miliar.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
1 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
2 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
2 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved