Ahok Yakin Bus Tingkat Tak Ganggu Transportasi Lain
Senin, 18 Agustus 2014 - 18:34 WIB

Ahok Yakin Bus Tingkat Tak Ganggu Transportasi Lain
A
A
A
JAKARTA - Layanan bus tingkat gratis yang ada di area penerapan sistem Electronic Road Pricing (ERP) diyakini tak akan mengganggu transportasi lain. Karena, di area ERP ini nantinya akan beroperasi MRT dan armada Transjakarta.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan pendapat kepada pandangan umum dari Fraksi Partai Gerindra, Demokrat dan PDIP dalam sidang paripurna DPRD DKI, Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2014).
"Ketiga sarana angkutan umum (Transjakarta di jalur busway, bus tingkat gratis di area ERP dan MRT) yang dioperasikan akan saling melengkapi fasilitas angkutan umum DKI Jakarta, karena melayani konsumen yang berbeda," ujarnya.
Selain itu, kata Ahok, tingginya penduduk Jakarta tidak akan terlayani dengan baik jika hanya menggunakan satu moda transportasi. Diapun mengambil studi di Jabodetabek Public Transportation Policy Implementation Strategy (JAPTRAPIS) di tahun 2012 yang menyatakan, jumlah perjalanan di Jabodetabek mencapai sekitar 53,05 juta perjalanan per hari, dan Jakarta mencapai sekitar 25,7 juta perjalanan per hari.
"Potensi jumlah penumpang apabil terjadi peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, masih lebih besar dari kemampuan angkutan gabungan dari MRT, bus Transjakarta, dan bus tingkat gratis di area ERP secara bersamaan terutama pada jam-jam padat penumpang. Layanan bus tingkat gratis, hanya akan melayani jalur-jalur pendek di sekitar area penerapan ERP," pungkasnya.
Mantan Bupati Belitung Timur menambahkan, secara teknis layanan bus bertingkat gratis di area-area penerapan ERP tidak perlu terintegrasi dengan sistem ERP, dan akan diintegrasikan dengan sistem uang elektronik dari perbankan.
"Hal ini bertujuan memperoleh pendataan penumpang guna perbaikan penyediaan layanan angkutan umum, yang dalam pelaksanaannya, PT Transportasi Jakarta bekerja sama dengan PT Bank DKI," tuturnya.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan pendapat kepada pandangan umum dari Fraksi Partai Gerindra, Demokrat dan PDIP dalam sidang paripurna DPRD DKI, Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2014).
"Ketiga sarana angkutan umum (Transjakarta di jalur busway, bus tingkat gratis di area ERP dan MRT) yang dioperasikan akan saling melengkapi fasilitas angkutan umum DKI Jakarta, karena melayani konsumen yang berbeda," ujarnya.
Selain itu, kata Ahok, tingginya penduduk Jakarta tidak akan terlayani dengan baik jika hanya menggunakan satu moda transportasi. Diapun mengambil studi di Jabodetabek Public Transportation Policy Implementation Strategy (JAPTRAPIS) di tahun 2012 yang menyatakan, jumlah perjalanan di Jabodetabek mencapai sekitar 53,05 juta perjalanan per hari, dan Jakarta mencapai sekitar 25,7 juta perjalanan per hari.
"Potensi jumlah penumpang apabil terjadi peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, masih lebih besar dari kemampuan angkutan gabungan dari MRT, bus Transjakarta, dan bus tingkat gratis di area ERP secara bersamaan terutama pada jam-jam padat penumpang. Layanan bus tingkat gratis, hanya akan melayani jalur-jalur pendek di sekitar area penerapan ERP," pungkasnya.
Mantan Bupati Belitung Timur menambahkan, secara teknis layanan bus bertingkat gratis di area-area penerapan ERP tidak perlu terintegrasi dengan sistem ERP, dan akan diintegrasikan dengan sistem uang elektronik dari perbankan.
"Hal ini bertujuan memperoleh pendataan penumpang guna perbaikan penyediaan layanan angkutan umum, yang dalam pelaksanaannya, PT Transportasi Jakarta bekerja sama dengan PT Bank DKI," tuturnya.
(mhd)