Kasus Semburit di Dayeuhkolot, P2TPA Jabar Kirimkan Tim
Kamis, 14 Agustus 2014 - 14:17 WIB
Kasus Semburit di Dayeuhkolot, P2TPA Jabar Kirimkan Tim
A
A
A
BANDUNG - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat secara khusus memantau perkembangan kasus semburit yang dilakukan Obar terhadap 21 bocah di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
"Tadi Tim P2T2A Jawa Barat sudah meluncur ke Kabupaten Bandung," ujar Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Prasetiyani di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/8/2014).
Selain memantau, P2TP2A juga ingin berkoordinasi dengan pihak terkait di Kabupaten Bandung dalam menangani kasus tersebut. "Kita koordinasi mulai dari bagaimana kesiapan pemerintah daerah hingga kepolisiannya karena kita berharap penanganan kasus-kasus yang menimpa anak-anak sebagai korban tentu harus ditangani dengan sebaik-baiknya," jelasnya.
Netty berharap, penanganan para korban bisa dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan trauma berkepanjangan bagi mereka. "Bagaimanapun ketika mereka disodomi itu sudah satu trauma. Ketika penanganannya tidak tepat, misalnya diinterogasi, (diperiksa) di ruang terbuka, (penyidik) memakai seragam, dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak children friendly, tentu ini juga akan berdampak pada kejiwaan anak," tuturnya.
Hal itu yang kemudian ingin dipastikan P2TP2A Jawa Barat. "Ini yang kemudian akan kita cek dengan mengirimkan tim ke sana," tandas Netty.
"Tadi Tim P2T2A Jawa Barat sudah meluncur ke Kabupaten Bandung," ujar Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Prasetiyani di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/8/2014).
Selain memantau, P2TP2A juga ingin berkoordinasi dengan pihak terkait di Kabupaten Bandung dalam menangani kasus tersebut. "Kita koordinasi mulai dari bagaimana kesiapan pemerintah daerah hingga kepolisiannya karena kita berharap penanganan kasus-kasus yang menimpa anak-anak sebagai korban tentu harus ditangani dengan sebaik-baiknya," jelasnya.
Netty berharap, penanganan para korban bisa dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan trauma berkepanjangan bagi mereka. "Bagaimanapun ketika mereka disodomi itu sudah satu trauma. Ketika penanganannya tidak tepat, misalnya diinterogasi, (diperiksa) di ruang terbuka, (penyidik) memakai seragam, dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak children friendly, tentu ini juga akan berdampak pada kejiwaan anak," tuturnya.
Hal itu yang kemudian ingin dipastikan P2TP2A Jawa Barat. "Ini yang kemudian akan kita cek dengan mengirimkan tim ke sana," tandas Netty.
(zik)