Calon Wali Kota di Jepang Ini Minta Wejangan Nur Mahmudi Ismail

Selasa, 12 Agustus 2014 - 21:45 WIB
Calon Wali Kota di Jepang...
Calon Wali Kota di Jepang Ini Minta Wejangan Nur Mahmudi Ismail
A A A
DEPOK - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menerima kunjungan calon Wali Kota Kurume Jepang Nobutaka Miyahara di Kantor Pemkot Depok, tadi siang.

Miyahara yang merupakan Profesor Human Geography and Area Studies International Cultures Department Faculty of Literature Kurume University, Fukuoka, Jepang, ini berencana maju dalam pemilihan Wali Kota Kurume 3,5 tahun mendatang.

Meski bukanlah orang partai, Miyahara diusung oleh Partai Liberal Democratic Party. Dalam pertemuannya dengan Nur Mahmudi, Miyahara meminta wejangan dan cerita terkait pengolahan sampah, program One Day No Car, dan One Day No Rice yang digagas di Depok.

Nur Mahmudi mengklaim bahwa pihaknya mencoba mengolah dan memilah sampah untuk menjadi barang ekonomis.

"Kami mencoba mengurangi samapah menjadikan sumber untuk dijadikan biofuel sampah. Dibakar dengan teknologi. Jadi sementara membakar, menggunakan teknologi, memisahkan minyak dari debu, kita gunakan untuk turbin, listrik," tegas Nur Mahmudi di Balaikota Depok, Selasa(12/08/2014).

Selanjutnya, residunya dibuang ke bank sampah untuk bekerjasama dengan industri daur ulang, dan kmi sudah pisahkan limbah beracunnya yakni limbah 3B.

Nur Mahmudi juga menegaskan bahwa mengonsumsi karbohidrat tidak harus dengan beras padi dan tepung terigu, tetapi bisa diganti dengan panganan lokal umbi - umbian yang lebih menyehatkan bagi kadar gula
darah.

Program One Day No Car dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dalam satu hari, serta mengurangi jumlah mobil yang keluar dari rumah sejalan dengan pengurangan polusi udara.

Nobutaka Miyahara mengatakan di Jepang masyarakatnya sudah melakukan pemilahan sampah. Dengan penduduk 300.000 orang dan luas wilayah 20 ribu hektare, Kota Kurume diklaim mampu berbenah.

"Ini sejalan dengan program saya yakni green, clean, healthy. Pengembangan ekonomi, sektor perdagangan, pengembangan industri, sebelum maju ke wali kota, walaupun setelah jadi wali kota. Ketiganya sesuai dengan cita-cita warga Kurume," tukasnya.

Miyahara menegaskan untuk menjadi seorang pemimpin memang harus memiliki kepemimpinan yang kuat dengan kebijakan yang realistis, tegas dan memiliki filosofi.
(whb)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
18 menit yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
2 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
2 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
3 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
3 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
3 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved