Puluhan Warung di Pantai Depok Rusak Diterjang Gelombang

Senin, 11 Agustus 2014 - 12:50 WIB
Puluhan Warung di Pantai...
Puluhan Warung di Pantai Depok Rusak Diterjang Gelombang
A A A
BANTUL - Puluhan warung makan di kawasan Pantai Depok, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, rusak diterjang gelombang tinggi. Gelombang yang terjadi sejak pukul 06.00 WIB tadi terus meninggi hingga siang hari.

Dardi Nugroho, pemilik warung Salsabila mengungkapkan, Senin (11/8/2014) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, dia sengaja menengok keadaan pantai. Sampai di kawasan Pantai Depok, di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI), ia melihat kondisi ombak sudah tinggi mencapai lima meter. Meski ombak tidak sampai merusak TPI tersebut, ia mulai khawatir warungnya akan terkena ombak tersebut.

"Saya langsung ke warung saya, ternyata airnya sudah masuk sampai bagian belakang warung Salsabila 2," kata laki-laki yang akrab dipanggil Dargon ini.

Karena air sudah masuk dan mulai memporak-porandakan seluruh peralatan di warungnya, dia segera mengevakuasi ke tempat lebih aman. Sampai siang ini, gelombang tinggi masih muncul dan puluhan pemilik warung berusaha melakukan evakuasi seluruh peralatan mereka agar tidak terbawa ke tengah laut.

Dargon tidak mengetahui secara persis berapa warung yang terkena sapuan ombak tinggi tersebut. Hanya saja ketika dia melakukan pengecekan di pagi hari, empat warung lainnya yang berada tidak jauh dari warung miliknya juga tersapu ombak tersebut. Dia memperkirakan, setidaknya ada 15 warung yang berada di sisi timur warungnya juga terkena gelombang tinggi tersebut. "Jumlahnya tidak tahu pasti, tetapi saya yakin mereka juga terkena dampaknya," tambahnya.

Gelombang tinggi juga terlihat menerjang Pantai Parangtritis yang jaraknya sekitar 5 km dari Pantai Depok. Agus Riatmoko, warga setempat menuturkan, gelombang tinggi di Pantai Parangtritis bahkan mampu meloncati gundukan pasir di sepanjang pantai tersebut. Ia melihat setidaknya air sudah jauh masuk hingga mendekati posko SAR yang ada di pantai tersebut.

Agus menuturkan, gelombang terlihat tinggi mulai Senin dini hari. Ia memperkirakan hal itu terjadi karena faktor bulan purnama penuh (Supermoon) yang terjadi sepanjang Minggu malam. Meski sudah merupakan kejadian tahunan, jika ini terus berlangsung, kerusakan akan lebih parah dibanding dengan tahun sebelumnya. "Kayaknya ini lebih tinggi," ujarnya.
(zik)
Berita Terkait
Peringatan Gelombang...
Peringatan Gelombang Tinggi Pantai Padang
Gelombang Tinggi, Nelayan...
Gelombang Tinggi, Nelayan Kenjeran Surabaya Memilih Tidak Melaut
Diterjang Banjir Rob,...
Diterjang Banjir Rob, PKL Kenjeran Park Tutup
BMKG Peringatkan Gelombang...
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Sejumlah Perairan
Ombak 4 Meter Hantam...
Ombak 4 Meter Hantam Pantai Baron, Lima Kapal Nelayan Rusak
Ngeri, Ombak Besar Terjang...
Ngeri, Ombak Besar Terjang Pesisir Manado, Pusat Perbelanjaan Tergenang Air Laut
Berita Terkini
Ingin Berobat ke Negeri...
Ingin Berobat ke Negeri Jiran? IHH Healthcare Malaysia Gelar Expo di Surabaya
2 jam yang lalu
Perbaikan Jalan Imbas...
Perbaikan Jalan Imbas Proyek MRT, Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Jumat Malam hingga Senin Pagi
2 jam yang lalu
Soal Putusan PTUN, Pengacara:...
Soal Putusan PTUN, Pengacara: Satuan Pendidikan di Bawah BLU UIN Jakarta Tetap Berjalan
2 jam yang lalu
24 Penumpang KM Nurul...
24 Penumpang KM Nurul Salsa Belum Ditemukan, Basarnas Lanjutkan Pencarian
3 jam yang lalu
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
3 jam yang lalu
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved