Pembangunan Sirkuit Motor Dinilai Kurang Efektif
Kamis, 07 Agustus 2014 - 11:34 WIB
Pembangunan Sirkuit Motor Dinilai Kurang Efektif
A
A
A
JAKARTA - Ketimbang membuat sirkuit baru untuk mengantisipasi maraknya balapan liar di DKI Jakarta, sebaiknya menjalankan hukum yang sudah ada untuk mencegah hal tersebut. Karena, banyak anak yang belum genap berusia 17 tahun tapi sudah bebas mengendarai motor.
"Seharusnya itu (pelanggar) dahulu yang dibuat jera, hukum anak yang belum 17 tahun. Karena aturan berkendaraan sudah jelas, yang belum berusia 17 tahun tidak boleh mengendarai kendaraan," kata pengamat sosial dan budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati kepada Sindonews, Kamis (7/8/2014).
Devie mencontohkan, ketimbang membangun sirkuit balapan motor, lebih baik remaja diarahkan ke kreativitas seperti musik. Karena, hal itu dinilai lebih efektif efisien.
"Energi positif remaja itu lebih baik diarahin seperti musik. Tetapi, pembangunan sirkuit itu saya tetap mengapresiasi keinginan Pemda untuk mengantisipasi balapan liar itu," kata wanita kelahiran 25 Maret 1982.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun sirkuit motor pertama di Ibu Kota Jakarta. Hal itu untuk mencengah maraknya balapan liar.
"Ya kami bangun sirkuit biar enggak ada balapan liar. Nanti balapannya bisa di sirkuit," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Rabu 6 Agustus 2014.
"Seharusnya itu (pelanggar) dahulu yang dibuat jera, hukum anak yang belum 17 tahun. Karena aturan berkendaraan sudah jelas, yang belum berusia 17 tahun tidak boleh mengendarai kendaraan," kata pengamat sosial dan budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati kepada Sindonews, Kamis (7/8/2014).
Devie mencontohkan, ketimbang membangun sirkuit balapan motor, lebih baik remaja diarahkan ke kreativitas seperti musik. Karena, hal itu dinilai lebih efektif efisien.
"Energi positif remaja itu lebih baik diarahin seperti musik. Tetapi, pembangunan sirkuit itu saya tetap mengapresiasi keinginan Pemda untuk mengantisipasi balapan liar itu," kata wanita kelahiran 25 Maret 1982.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun sirkuit motor pertama di Ibu Kota Jakarta. Hal itu untuk mencengah maraknya balapan liar.
"Ya kami bangun sirkuit biar enggak ada balapan liar. Nanti balapannya bisa di sirkuit," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Rabu 6 Agustus 2014.
(mhd)