Kecam Perampasan Kamera, Wartawan Surabaya Turun ke Jalan

Rabu, 06 Agustus 2014 - 17:58 WIB
Kecam Perampasan Kamera,...
Kecam Perampasan Kamera, Wartawan Surabaya Turun ke Jalan
A A A
SURABAYA - Puluhan wartawan Surabaya menggelar aksi turun jalan mengecam aksi perampasan kamera wartawan yang diduga dilakukan oknum petugas Polrestabes Surabaya. Aksi ini digelar di depan Gedung Negara Grahadi.

Sambil membentangkan sejumlah poster, para wartawan baik dari televisi, koran, radio, dan online ini meneriakkan yel-yel kecaman pada aksi aparat kepolisian. Sejumlah poster yang dibentangkan bertuliskan "Usut Tuntas Perampasan Kamera, SAVE JURNALIS", "Kami Wartawan, Bukan Maling', "Tegakkan Undang-undang Pers", hingga "Copot Kapolres Ndeso".

Salah satu peserta aksi, Sefta Rudianto, mengatakan, aksi perampasan kamera tersebut tidak patut dilakukan oleh penegak hukum. Apalagi, sejumlah foto bentrokan di KPU Jawa Timur yang ada di kamera tersebut dihapus. "Kami bekerja dilindungi Undang-undang. Ini adalah bentuk arogansi aparat. Kami menuntut kasus ini diusut tuntas. Jika tidak akan menjadi preseden buruk dunia pers di Indonesia," ujar wartawan Elshinta ini dalam orasinya, Rabu (6/8/2014).

Kata Sefta, kasus ini menambah daftar panjang arogansi aparat kepada para jurnalis yang sedang bertugas. Oleh karena itu, harus diusut tuntas. Ia juga meminta kepada petinggi Polri untuk memberikan pemahaman kepada jajaran di bawahnya agar tidak melakukan intimidasi kepada wartawan dalam bentuk apa pun.

"Ada undang-undangnya. Menghalang-halangi kerja jurnalis saja dilarang, ini malah melakukan perampasan dan menghapus foto-foto karya jurnalis," ujarnya.

Selain itu, para wartawan ini juga mendesak kepada petinggi Polri untuk memanggil Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta terkait kasus itu. Karena, yang melakukan perampasan adalah anak buahnya. "Usut tuntas kasus ini. Jangan sampai terulang lagi dengan wartawan-wartawan lainnya," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tridiana, wartawan Harian Bhirawa menjadi korban perampasan oknum polisi saat meliput demo di Kantor KPU Jatim. Saat itu, setelah mengabadikan momen bentrok, Tridiana didatangi tiga oknum polisi berpakaian preman. Salah satu dari oknum itu merampas kamera dan kemudian menghapusi sejumlah foto bentrok antara polisi dengan pendukung Prabowo-Hatta.
(zik)
Berita Terkait
Sambut Hari Kebebasan...
Sambut Hari Kebebasan Pers Dunia, Sekjen PBB Kutuk Meningkatnya Ancaman pada Jurnalis
Kritik Pengesahan UU...
Kritik Pengesahan UU KUHP, Dewan Pers: Demokrasi Sedang Terancam
LBH Pers Sebut RKUHP...
LBH Pers Sebut RKUHP Ancam Kerja Jurnalistik
Kritisi KUHP, Yadi Hendriana:...
Kritisi KUHP, Yadi Hendriana: Wartawan Harus Berperan Aktif Jaga Kemerdekaan Pers
Dewan Pers Harapkan...
Dewan Pers Harapkan Presiden Terpilih Jaga Kebebasan Pers
Dewan Pers Sebut Upaya...
Dewan Pers Sebut Upaya Gembosi Kemerdekaan Pers Berlangsung sejak 17 Tahun Silam
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
4 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
7 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
7 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
8 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
8 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved