Ratakan Pembangunan, BBM Bersubsidi Akan Dihapus

Selasa, 05 Agustus 2014 - 02:40 WIB
Ratakan Pembangunan,...
Ratakan Pembangunan, BBM Bersubsidi Akan Dihapus
A A A
JAKARTA - Pembatasan urbanisasi memang tidak dapat dilakukan dengan cara apapun selain pemerataan pembangunan di daerah. Sebab, urbanisasi merupakan cara masyarakat desa bertahan hidup lantaran pertumbuhan perekonomian di daerah sangat minim.

Pengamat kebijaka publik Universitas Indonesia Agus Pambagio mengatakan, banyak, lahan pertanian berubah menjadi perumahan, lahan industri dan sebagainya. Sehingga kalau tidak ke kota mereka tidak makan.

"Jadi tidak bisa diapa-apakan itu para urbanisasi yang datang ke Jakarta oleh pemerintah selain dengan pemerataan pembangunan," kata Agus saat dihubungi wartawan, Senin 4 Agustus 2014.

Untuk para urbanisasi yang sudah datang ke Jakarta, kata Agus, harus sadar diri. Karena, jika tidak memiliki keterampilan malah menambah persoalan baru di Jakarta. Apalagi para urbanisasi yang rata-rata hanya berpendidikan menengah atas.

Agus menjelaskan, untuk meratakan pembangunan, tentunya harus dimulai pembangunan infrastruktur. Sebab, pertumbuhan ekonomi sendiri akan terjadi bila infrastruktur memadai.

"Pertumbuhan ekonomi minimal tujuh persen untuk meratakan pembangunan di daerah. Saat ini baru lima persen," ungkapnya.

Untuk meratakan pembangunan itu sendiri, Agus menyarankan agar pemerintah pusat segera menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Menurutnya, BBM bersubsidi yang menghabiskan anggaran Rp300 triliun per tahun itu tidak mensejahterakan rakyat dan hanya menguntungkan negara Singapura sebagai negara penyumbang minyak.

Lebih baik anggaran tersebut digunakan untuk pemerataan pembangunan. Sebab, kalau pembangunan merata, infrastrultur bagus, otomatis pertumbuhan ekonomi membaik dan pendapatan masyarakat pun naik.

"Jadi tidak perlu lagi buat contoh provinsi atau kota pemerataan pembangunan sebagai atasi urbanisasi yang direncanakan Jokowi. Langsung saja ratakan semuanya. Kalau mau diprioritaskan, ya bangun Jawa Tengah sebagai daerah pertama urbanisasi Jakarta, disusul Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur," jelasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Ahok Kebanjiran Pertanyaan...
Ahok Kebanjiran Pertanyaan Soal Apikasi Jangkau Besutannya
Kaesang soal Ahok Mundur...
Kaesang soal Ahok Mundur dari Komut: Dari TKN Banyak Kok
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
5 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
7 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
8 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved