Kereta Api Sambar Minibus, 4 Tewas

Kamis, 10 Juli 2014 - 20:41 WIB
Kereta Api Sambar Minibus,...
Kereta Api Sambar Minibus, 4 Tewas
A A A
DEMAK - Sebuah mobil yang ditumpangi rombongan sales kosmetik, disambar KA Maharani jurusan Semarang – Surabaya di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Jamus, Mranggen, Demak, Kamis (10/7/2014).

Empat orang tewas dalam kejadian ini. Keempat korban tewas masing-masing Putri Indah (30) warga Terboyo, Semarang; Taufik Noven Setiawan (22) warga Mlatiharjo; Jumiyati Nunik Suprihatini (24) warga Candisari, dan Triwibowo (40) warga Tembalang, Semarang.

Kejadian bermula saat Mobil APV hitam L 1967 ED yang dikemudikan Triwibowo bermaksud kembali menuju Semarang, melintas di jalur KA. Tiba-tiba dari arah Semarang muncul KA Maharani.

“Mobil sempat diingatkan warga tapi sopir tidak mendengar karena Kaca Mobil tertutup rapat," kata Komandan Koramil Mranggen Kapten Inf Utomo.

Karena jarak terlalu dekat, mobil yang melaju pelan tersebut langsung dihantam KA. Karena kerasnya benturan, mobil terseret hingga 500 meter dan KA baru berhenti.

Kerasnya benturan mengakibatkan empat orang di dalam mobil meninggal di tempat kejadian.

"Setelah mobil dan korban dievakuasi Polsek Mranggen sekitar pukul 15.15 WIB, KA Maharani langsung melanjutkan perjalanan menuju Surabaya," timpalnya.

Empat jenazah berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung dibawa ke RS Pelita Anugrah, Mranggen, Demak.

Salah satu saksi mata, Sutrisno (38) mengatakan, kecelakan terjadi sekitar pukul 14.23 WIB. Saat itu dia mendengar suara keras dari arah rel tidak jauh dari tempatnya berdiri.

"Saat saya lihat, mobil Suzuki APV yang berjalan dari arah Utara terseret kereta api dari arah Barat. Semua orang teriak," ujarnya.

Mobil berwarna hitam tersebut lanjut dia terseret sekitar 500 meter hingga kereta berhenti. Warga yang mendengar hantaman keras itu segera menuju lokasi dan berusaha melakukan pertolongan.

"Namun saat kami lihat, empat orang yang berada di dalam mobil sudah meninggal semuanya," imbuhnya.

Setelah itu, kata dia, warga tidak berani melakukan apa-apa dan langsung menghubungi polisi. Tak selang beberapa lama, petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian.
"Setelah itu keempat jenazah langsung dibawa mobil ambulans ke rumah sakit," imbuhnya.

Sutrisno mengakui, lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan. Selain tanpa palang pintu, lokasi di daerah itu terkenal sepi. "Disini memang sepi, sering terjadi kecelakaan," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Hati-hati! Ini 4 Faktor...
Hati-hati! Ini 4 Faktor Utama Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Kecelakaan Maut di Jalan...
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor, Seorang Perempuan Tewas
Prancis Ganti Nama Kecelakaan...
Prancis Ganti Nama Kecelakaan Lalu Lintas Fatal Jadi Pembunuhan Lalu Lintas
Risiko Kecelakaan Lalu...
Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, JRP Lakukan Ini
Polisi Ini Rela Menambal...
Polisi Ini Rela Menambal Jalan Berlubang Demi Mencegah Lakalantas
Berita Terkini
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
7 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved