Gara-gara Mutilasi, Kapolres Jakarta Barat Raih Gelar Doktor

Rabu, 02 Juli 2014 - 21:54 WIB
Gara-gara Mutilasi,...
Gara-gara Mutilasi, Kapolres Jakarta Barat Raih Gelar Doktor
A A A
DEPOK - Mutilasi merupakan hasil pertimbangan pelaku yang sederhana dan tidak rumit. Pertimbangan tersebut sangat dipengaruhi oleh keterbatasan informasi, individu serta waktu yang dimiliki pelaku.

Bahkan, pelaku juga tidak pernah mempertimbangkan resiko perbuatannya jika tertangkap aparat penegak hukum serta beratnya ancaman hukuman.

Hal ini diungkapkan Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Mohammad Fadil Imran, dalam disertasinya berjudul "Studi Kejahatan Mutilasi di Jakarta (Perspektif Pilihan Rasional dari Lima Pelaku)" di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI Depok.

Sidang ini dipimpin promotor Kriminolog UI Adrianus Meliala dan Co Promotor Muhammad Kemal Darmawan di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Guru Besar FISIP UI salah satunya Bambang Shergi Laksmono.

Menurut Fadil, sejumlah kasus mutilasi fenomenal yang dilakukan oleh Very Idham Henyansyah alias Ryan dan Baequni alias Babe merupakan salah satu contoh dimana pelaku memiliki kesadaran dan kesenjangan serta adanya tujuan khusus ketika memutilasi korbannya. Ia menjelaskan fenomena tersebut menggunakan Rational choice Theory dan Routine Activity Theory sebagai kerangka berpikir.

"Ada faktor pencetus dan faktor pendukung yang versifat situasional dan kondisional yang memungkinkaan melakukan tindakan mutilasi," jelasnya dalam sidang promosi doktor di FISIP UI, Rabu (2/7/2014).

Fadhil menambahkan, guna mendapatkan data valid, ia menggunakan sumber data primer berdasarkan keterangan para pelaku, keluarga pelaku, keluarga korban, dan petugas penyidik kepolisian. Selain itu beberapa data sekunder seperti data kriminal kepolisian, artikel dan beberapa jurnal penelitian terkait mutilasi jug digunakan untuk mendukung selesainya disertasi tersebut.

"Saya memanfaatkan Focus Group Discussion (FGD) untuk melengkapi studi kasus dan juga studi pusaka. FGD dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang menjadi objek penelitian," paparnya.

Fadil berharap, ada beberapa implikasi kebijakan yang bermanfaat dalam strategi kebijakan kriminal di masa yang akan datang. Dia juga berharap, pemerintah menciptakan sebuah standar sistem pencegahan kejahatan di lingkungan masyarakat untuk mereduksi potensi kejahatan mutilasi dalam bentuk peraturan daerah (Perda).

"Hal ini mendesak dilakukan karena wilayah Jakarta menjadi lokasi penelitian, memiliki kekhasan, dimana pranata sosial, lembaga pemerintah serta mekanismenya menjadi uncapable guardian yang dipahami benar oleh pelaku dan potential offenders, dan perlu ada pasal khusus tentang kejahatan mutilasi dalam RUU KUHP, sehingga pelaku dapat dihukum lebih berat," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
18 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
1 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
8 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
10 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
10 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
10 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved