2 Tahun Tak Digaji, PRT Asal NTT Lapor Polisi

Sabtu, 28 Juni 2014 - 20:34 WIB
2 Tahun Tak Digaji,...
2 Tahun Tak Digaji, PRT Asal NTT Lapor Polisi
A A A
MEDAN - Belum hilang dari ingatan kasus penyiksaan terhadap belasan Pembantu Rumah Tangga (PRT) asal Nusa Tenggara Timur ( NTT ) yang dilakukan oleh pengusaha sarang walet, Mohar hingga mengakibatkan 2 diantaranya tewas, kini hal tersebut kembali terulang kembali.

Hal itu kini dialami oleh, Mila (17) warga asal Jalan Wabau, Kecamatan Layemali, Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Dia mengaku telah ditelantarkan dan tak diberi gaji oleh majikannya selama 2 tahun bekerja menjadi pembantu di rumah majikannya, di kawasan Jalan Polonia Medan.

"Saya sudah dua tahun bekerja jadi pembantu rumah tangga di rumah majikan saya. Tapi, selama itu juga saya tak pernah diberi gaji sama majikan saya," ujar Mila kepada wartawan, Sabtu 28 Juni 2014 di Polresta Medan.

Karena tak tahan dengan perilaku majikannya, Mila pun memilih untuk kabur dari rumah majikannya.

"Saya sudah enggak tahan lagi bekerja di rumah majikan saya. Makanya saya memilih kabur," timpalnya.

Selama kabur dari rumah majikannya, Mila pun hidup di jalanan, hingga akhirnya dia bertemu dengan petugas kepolisian dan langsung mengantarkannya ke Dinas Sosial (Dinsos) Sumut dikawasan Jalan Sampul, Medan Petisah.

Di Dinas Sosial Sumut, Mila selalu meminta kepada pihak Dinsos agar membantunya untuk mengembalikannya pulang ke kampung halamannya.

Mendapat pemintaan itu, pihak Dinsos akhirnya membawa Mila ke Polresta Medan untuk meminta surat keterangan bahwa dia telah ditelantarkan oleh majikannya.

Salah seorang petugas sekuriti di Dinas Sosial Sumut Ideham (32) yang ikut menemani Mila ke Polresta Medan mengatakan, sudah hampir sepekan Mila ditampung di Dinas Sosial Sumut.

Mila terus meminta kepada pihak Dinas Sosial ini agar mengantarkannya ke kampung halaman.

"Ya hampir sepekanlah Mila itu ditampung disini. Dia (Mila) minta agar dirinya diantarkan ke Nusa Tenggara Timur sana. Kami bingung bang. Makanya kami arahkan dia ke Polresta Medan saja bang," imbuh Ideham.

Sementara itu petugas SPKT Polresta Medan Aiptu M Simangunsong menyebutkan bahwa korban datang bersama pihak Dinsos, bertujuan untuk meminta surat keterangan penelantaran.

"Setelah korban dan pihak Dinas Sosial menerangkan bahwasanya korban telah ditelantarkan oleh majikannya bekerja. Kemudian kita mengarahkan korban agar menyambangi ruang Binmas (Polresta Medan) guna keperluan surat keterangan," tandas Aiptu M Simangunsong.
(sms)
Berita Terkait
RUU PPRT Disahkan Jadi...
RUU PPRT Disahkan Jadi Usul Inisiatif DPR, Ormas Perempuan Bersorak
Diduga Mendapat Perlakuan...
Diduga Mendapat Perlakuan Kasar, PRT Kabur dari Rumah Majikan
18 Tahun Dibahas di...
18 Tahun Dibahas di DPR, Pengesahan RUU Perlindungan PRT Dinanti
Sikut Wajah Bayi Majikan,...
Sikut Wajah Bayi Majikan, PRT Indonesia Dipenjara di Singapura
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Vonis Mati Pembunuh...
Vonis Mati Pembunuh Nurhidayati, Keadilan bagi TKI Teraniaya
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
53 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved