Remaja Hong Kong Selundup Sabu di Korset dan Stoking
Jum'at, 13 Juni 2014 - 17:11 WIB
Remaja Hong Kong Selundup Sabu di Korset dan Stoking
A
A
A
TANGERANG - Dua orang warga negara Hong Kong diamankan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya setelah kedapatan menyelundupkan sabu dengan cara body wrapping (ditempelkan di badan). Kedua WNA adalah CK (17), dan HT (25).
Kasubdit III Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Hermawan mengatakan, keduanya tertangkap saat menyelundupkan sabu di badan dengan media korset dan stoking.
"Dari CK, didapati 2,6 Kg sabu dengan estimasi Rp3,5 miliar, sementara HT barang bukti yang diamankan 2,6 Kg dengan estimasi Rp3,5 miliar, para pelaku merekatkannya di badan dan paha," jelasnya pada wartawan di Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (13/6/2014).
Setelah dilakukan pengembangan, kata Hermawan, didapati lagi dua warga negara Hongkong lainnya yang bertugas memfasilitasi dan mengawasi CK dan HT.
"Dua tersangka lagi kami tangkap di kawasan Jakarta, satu bertugas memfasilitasi seluruh kebutuhan CK dan HT dalam membawa barang, seperti hotel, tiket dan lainnya. Sedangkan satunya bertugas mengawasi CK dan HT. Mereka kami tangkap setelah dilakukan penjebakan," terangnya.
Berdasarkan pemeriksaan, kawanan Hongkong ini memang masuk jaringan internasional. "Mereka bekerja dengan profesional. Cara kerjanya memutus jaringan juga terkoordinir dengan baik. Saat ini masih kita kembangkan," ungkapnya.
Dicurigai jaringan Hongkong ini masih ada kaitannya dengan pengungkapan sebelumnya, barang bukti didapati 91 kilogram.
Saat ditanya kualitas barang yang diselundupkan para tersangka, Hermawan mengatakan, kualitas sabu yang diselundupkan adalah kualitas nomer satu, yakni masih berbentuk kristal.
Kasubdit III Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Hermawan mengatakan, keduanya tertangkap saat menyelundupkan sabu di badan dengan media korset dan stoking.
"Dari CK, didapati 2,6 Kg sabu dengan estimasi Rp3,5 miliar, sementara HT barang bukti yang diamankan 2,6 Kg dengan estimasi Rp3,5 miliar, para pelaku merekatkannya di badan dan paha," jelasnya pada wartawan di Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (13/6/2014).
Setelah dilakukan pengembangan, kata Hermawan, didapati lagi dua warga negara Hongkong lainnya yang bertugas memfasilitasi dan mengawasi CK dan HT.
"Dua tersangka lagi kami tangkap di kawasan Jakarta, satu bertugas memfasilitasi seluruh kebutuhan CK dan HT dalam membawa barang, seperti hotel, tiket dan lainnya. Sedangkan satunya bertugas mengawasi CK dan HT. Mereka kami tangkap setelah dilakukan penjebakan," terangnya.
Berdasarkan pemeriksaan, kawanan Hongkong ini memang masuk jaringan internasional. "Mereka bekerja dengan profesional. Cara kerjanya memutus jaringan juga terkoordinir dengan baik. Saat ini masih kita kembangkan," ungkapnya.
Dicurigai jaringan Hongkong ini masih ada kaitannya dengan pengungkapan sebelumnya, barang bukti didapati 91 kilogram.
Saat ditanya kualitas barang yang diselundupkan para tersangka, Hermawan mengatakan, kualitas sabu yang diselundupkan adalah kualitas nomer satu, yakni masih berbentuk kristal.
(mhd)