Lapas Garut Evaluasi Sistem Keamanan

Selasa, 03 Juni 2014 - 18:49 WIB
Lapas Garut Evaluasi...
Lapas Garut Evaluasi Sistem Keamanan
A A A
GARUT - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Garut akan mengevaluasi sistem keamanan. Upaya tersebut dilakukan setelah kasus peredaran narkoba jenis sabu yang dikendalikan oleh seorang narapidana bernama Zoro, berhasil diungkap pihak kepolisian beberapa waktu lalu.

Kalapas Klas II B Garut Budi Avianto mengakui, selama ini sebagian kecil dari pihak keluarga narapidana, kerap bertindak curang dengan menyelundupkan barang-barang yang dilarang ke dalam lapas. Salah satu barang yang dilarang dan sering diselundupkan ke dalam lapas adalah alat komunikasi atau handphone.

"Meski kami sudah berupaya semaksimal mungkin menjaga keamanan di sini, tetap saja kami sering mengalami kecolongan. Pada beberapa kasus, memang alat komunikasi atau handphone (HP) selalu ditemukan dalam sejumlah razia yang kami lakukan ke tiap-tiap kamar warga binaan," kata Budi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/6/2014).

Handphone yang berhasil diamankan, biasanya dikumpulkan ke kanwil untuk menunggu dimusnahkan. Razia dilakukan pada setiap bulan dan bersifat dadakan. "Kadang kami melakukan razia setiap waktu, pagi, siang, malam, kami razia mereka. Yang kedapatan memiliki barang terlarang, biasanya akan diberi catatan khusus," ujarnya.

Terkait peredaran sabu yang dikendalikan seorang narapidana bernama Zoro, ia mengatakan pihaknya menyerahkan proses penyelidikan kasus tersebut ke polisi. Budi memastikan, dirinya akan langsung memecat petugas yang terdiri dari sipir atau staf, bila mereka terbukti membantu meloloskan barang terlarang ke dalam kamar narapidana.

"Saya sudah mewanti-wanti mereka (petugas lapas) pada apel pagi yang dilakukan setiap hari. Kalau ada yang terlibat dalam penyelundupan barang ke narapidana, ia akan langsung diberhentikan. Saya berani pecat dia karena memang saya sudah berkali-kali mengingatkan mereka," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, peran seorang narapidana Lapas Klas II B Garut bernama Zoro alias Asep Hidayat (35) dalam mengendalikan narkoba jenis sabu, diungkap jajaran Satnarkoba Polres Garut. Dari dalam lapas, narapidana yang tengah menjalani hukuman selama 10 tahun ini mengendalikan bisnis narkobanya dengan menggunakan handphone.

Ia dibantu oleh dua orang tersangka lain di luar lapas. Mereka adalah Oyo Sudaryo (33), dan Eva Marlina (38). Oyo bertugas sebagai kurir yang mengambil dan menyimpan sabu, sementara Eva berperan sebagai orang yang melakukan transaksi dengan bandar narkoba lain melalui sistem transfer antarbank. Pada kasus yang diungkap tersebut, narkoba jenis sabu yang diamankan memiliki berat enam gram atau senilai Rp12 juta.
(zik)
Berita Terkait
Berikut Lima Kasus Kebakaran...
Berikut Lima Kasus Kebakaran Hebat Lapas di Indonesia
Lapas Tangerang Kebakaran,...
Lapas Tangerang Kebakaran, Puluhan Napi Tewas Terbakar
Lapas Brebes Over Kapasitas
Lapas Brebes Over Kapasitas
Puluhan Polisi Jaga...
Puluhan Polisi Jaga Ketat TKP Kebakaran Lapas Tangerang
Diduga Terjadi Tindak...
Diduga Terjadi Tindak Pidana pada Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Periksa 20 Orang
Korban Tewas Kebakaran...
Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah Satu Lagi, Total 45 Orang Meninggal
Berita Terkini
Konser HS Hey Slank...
Konser HS Hey Slank Sambangi Bandung, Spirit Dukung Industri Kreatif
15 menit yang lalu
Update, 3 Polisi Gugur...
Update, 3 Polisi Gugur saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng
1 jam yang lalu
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
4 jam yang lalu
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
5 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
7 jam yang lalu
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
8 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved