Polisi Australia Bakar Kapal & Tangkap 5 Nelayan Indonesia

Senin, 26 Mei 2014 - 18:48 WIB
Polisi Australia Bakar...
Polisi Australia Bakar Kapal & Tangkap 5 Nelayan Indonesia
A A A
SINJAI - Lima nelayan asal Sinjai, Sulawesi Selatan ditangkap polisi perairan Asutralia saat mencari ikan di perbatasan Indonesia - Australia. Kapal Babussalam 03 yang dibawa para nelayan itu juga dibakar habis. Saat ini kelima nelayan masih ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif.

Informasi yang dihimpun, lima nelayan yang ditangkap itu adalah Musran bin Tuwo, (25) sebagai Nahkoda , Rustan bin Tuwo (24), Surya bin Darli (14), Illa (26) dan Asrullah (25) sebagai ABK.

Tiga orang berasal dari Dusun Marana Desa Pasimarannu, satu dari Dusun Bentenge Desa Biroro Kecamatan Sinjai Timur dan satu lagi dari Desa Songing Kecamatan Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai.

Mereka berangkat menggunakan Kapal Babussalam 03 milik Firman warga Dusun Marana, dari perairan Sinjai pada Sabtu 17 Mei 2014.

Kemudian mereka ditangkap Rabu 21 Mei di sekitar perairan Kepulauan Christmas pada posisi 10° Lintang Selatan dan 108° Bujur Timur sekira 200 mil dari Pacitan Jawa Timur.

Menurut informasi Kapal Babussalam 03 ditarik ke pos penjagaan Polisi Perairan Australia kemudian dibakar.

Erna, ibu dari Surya salah seorang nelayan yang ditangkap itu mengatakan, ia mengetahui anaknyaditahan lima hari lalu. Nahkota Musran yang mengabarkan melalui telepon.

Dalam pembicaraannya, Musran mengatakan saat ini anaknya ditahan oleh kepolisian perairan Australia karena dianggap menangkap ikan di wilayah perairan Australia. Saat ini anaknya Surya ditahan serumah denganMusran.

"Yang menghubungi saya nahkoda kapal Musran, ia menelpon saya katanya anak saya Surya bersama empat orang lainnya ditahan pihak kepolisian perairan Australia, sekarang ditahan terpisah, Surya bersama Musran, sementara yang tiga lainnya ditahan di tempat yang berbeda dan sejak ditahan tidak pernah ketemu," tutur Erna ketika ditemui di rumahnya Dusun Marana Desa Pasimarannu Kecamatan Sinjai Timur, Senin (26/5/2014).

Erna berharap pemerintah Indonesia melalui Kedubes Australia turun tangan segera membebaskan anaknya dan nelayan lainnya.
(lns)
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
36 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Indonesia...
5 Makanan Indonesia Masuk 100 Hidangan Terbaik Dunia 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved