Pekan Depan, Berkas Kasus JIS Dilimpahkan ke Kejati
Jum'at, 23 Mei 2014 - 18:52 WIB
Pekan Depan, Berkas Kasus JIS Dilimpahkan ke Kejati
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya segera melimpahkan berkas kasus kekerasan Jakarta International School (JIS). Rencananya berkas tersebut akan dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta pada pekan depan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, saat ini penyidik tengah menyelesaikan pemberkasan terkait kasus tersebut.
"Pekan dapan sudah bisa kita limpahkan, untuk rekonstruksinya sendiri akan dilakukan sambil penyerahan berkas," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/5/2014).
Selain itu, ke-13 karyawan ISS yang merupakan outsourching tenaga kebersihan dan pertamanan di JIS sudah diperiksa oleh Polda Metro Jaya Hasil pemeriksaan, ke 13 karyawan ISS tersebut tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka baru kekerasan seksual di JIS.
"Untuk sementara ini, 13 karyawan itu belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka baru. Mareka hanya pendalaman saja," ujarnya.
Rikwanto menambahkan dari hasil pemeriksaan pada 13 karyawan ISS tersebut, belum ditemukan adanya hubungan antara mereka dengan korban.
"13 orang ini sudah diperiksa, dokter juga sudah diperiksa. Dan belum temukan adanya hubungan 13 orang ini dengan korban M," tegasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, saat ini penyidik tengah menyelesaikan pemberkasan terkait kasus tersebut.
"Pekan dapan sudah bisa kita limpahkan, untuk rekonstruksinya sendiri akan dilakukan sambil penyerahan berkas," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/5/2014).
Selain itu, ke-13 karyawan ISS yang merupakan outsourching tenaga kebersihan dan pertamanan di JIS sudah diperiksa oleh Polda Metro Jaya Hasil pemeriksaan, ke 13 karyawan ISS tersebut tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka baru kekerasan seksual di JIS.
"Untuk sementara ini, 13 karyawan itu belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka baru. Mareka hanya pendalaman saja," ujarnya.
Rikwanto menambahkan dari hasil pemeriksaan pada 13 karyawan ISS tersebut, belum ditemukan adanya hubungan antara mereka dengan korban.
"13 orang ini sudah diperiksa, dokter juga sudah diperiksa. Dan belum temukan adanya hubungan 13 orang ini dengan korban M," tegasnya.
(ysw)