Alasan PKL Dolly Minta Ganti Rugi Rp1 Miliar

Kamis, 22 Mei 2014 - 12:10 WIB
Alasan PKL Dolly Minta...
Alasan PKL Dolly Minta Ganti Rugi Rp1 Miliar
A A A
SURABAYA - Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi di kawasan lokalisasi Dolly meminta ganti rugi sebesar Rp1 miliar per kepala saat lokalisasi tersebut ditutup. Apa alasannya?

Menurut PKL, ketika lokalisasi itu ditutup mereka sudah tidak dapat mencari nafkah lagi. Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana menggelar pertemuan dengan sejumlah elemen masyarakat lokalisasi Dolly dan Jarak di Balai RW VI Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Rabu (21/5/2014) malam.

Gatot, salah satu PKL meminta kepada Wakil Wali Kota untuk menyampaikan ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk memberikan uang ganti rugi usaha yang telah dibangun sejak lama itu. Nominalnya Rp1 miliar per kepala.

Ia mengatakan, di Gang Dolly ini ada 92 PKL yang selama ini bergantung atas keberadaan lokalisasi ini. "Di sini ada 92 PKL. Kalau ditutup, ke mana lagi kami harus mencari uang. Saya ingin tahu apakah Rp3 juta yang dijanjikan Pemkot satu bulan saja atau untuk selamanya," kata Gatot di hadapan Wakil Walikota Surabaya.

Kata Gatot, jika uang sebesar Rp3 juta diberikan sekali saja, tidak senilai dengan penghasilan para PKL. Sebab, dalam berjualan di lokalisasi para PKL ini mampu meraup untung Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per hari.

"Lah, kalau uang segitu, ya mana cukup untuk biaya hidup keluarga kami sehari-hari. Kita bersedia menutup lokalisasi jika Pemkot memberi kami Rp1 miliar tiap pedagang, sudah selesai," tandas Gatot.

Menanggapi permintaan itu, Wisnu mengajak masyarakat agar berpikir realistis. Kata Wisnu, jika Pemkot menolak permintaan warga itu tentu harus memikirkan jaminan. Menurutnya, permintaan yang diajukan harus masuk akal.

"Kalau saya nuruti ganti rugi Rp1 miliar, sekarang saya tanya, sampeyan (Anda) bekerja buka warung 30 tahun, apa punya tabungan Rp1 miliar?" kata Wisnu balik bertanya.

Pemkot Surabaya tetap mengganti uang yang sepadan dengan apa yang didapat oleh PKL di sekitar Dolly. Pemkot akan menjamin para pedagang di Gang Dolly sampai bisa mandiri atau berdikari sendiri. "Itu konsep yang akan kita tawarkan. Kita akan ngomong ke Ibu Wali (Risma), konsepnya seperti ini kalau Dolly ditutup. Kalau saya mengawali membantu njenengan (Anda) dengan konsep saya seperti ini malah ngelunjak, ya saya tidak bisa apa-apa," pungkas Wisnu.
(zik)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
35 menit yang lalu
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
1 jam yang lalu
BNPP dan Pemkab Kepulauan...
BNPP dan Pemkab Kepulauan Meranti Percepat Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan
2 jam yang lalu
Sopir dan Penumpang...
Sopir dan Penumpang Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
2 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Ekraf Lokal Siap Naik Kelas
3 jam yang lalu
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved