Juni, DKI Data Ulang Penghuni Rusun

Kamis, 22 Mei 2014 - 03:12 WIB
Juni, DKI Data Ulang...
Juni, DKI Data Ulang Penghuni Rusun
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendata seluruh penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) di Jakarta. Sebab, selama ini banyak jual-beli sewa dibawah tangan yang dilakukan oknum terkait.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pada Juni mendatang, pihaknya meminta kepada seluruh penghuni Rusun untuk menyiapkan identitasnya. Sebab, saat ini banyak warga rusun yang tidak ber KTP DKI dan tinggal atas sewa kepada orang lain.

"Kalau yang tidak punya KTP dan tetangganya kenal dia, kami akan tolerir untuk dilakukan pemutihan. Nah yang jadi masalah kan di perumahan rusun itu banyak orang investasi dan nyewain," kata Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Rabu (21/5/2014).

Basuki menjelaskan, selama ini yang terjadi bertahun-tahun banyak rusun yang dimiliki oleh orang ber-KTP Jakarta, namun kenyataannya tidak dihuni oleh orang ber-KTP Jakarta tersebut. Untuk itu, selain memberlakukan wajib ber-KTP DKI bagi para penghuni rusun, Basuki juga berjanji akan selalu mengawasi dengan turun kelapangan.

Selain itu, Basuki juga akan menyeleksi pendapatan para Kepala Keluarga penghuni rusun. Apabila ditemukan pendapatan warga rusun diatas Rp4,5 juta, dia tak segan-segan untuk mengusirnya. Kendati demikian, Basuki enggan mempermasalahkanya. Dia hanya ingin memperketat identitas kependudukan. Sebab, pada tahun lalu, dia sudah pernah mengingatkannya.

"Kalau nanti di lapangan kami bertemu dengan warga yang menyewakan unit rusunnya. Orang yang nyewa itu akan kami berikan SP baru. Kalau dia punya KTP DKI dan nuntut, saya enggak penjarakan kamu sudah untung. Jual aset, menyewakan, korupsi," tegasnya.

Hal tersebut, lanjut Basuki juga berlaku bagi para penghuni rusun baru yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Para penghuni tersebut rata-rata merupakan warga yang terkena pembangunan baik itu normalisasi ataupun pelebaran jalan dan sebagainya.

Sementara, untuk penghuni rusun yang masih menunggak pembayaranya, lanjut Basuki, pihaknya akan melaporkannya ke Bank Indonesia.

"Di unit ini namanya siapa, SPnya berapa lama, KTPnya apa, termasuk rekening bank. Kalau dia enggak bayar, saya minta ke bank DKI, tiga kali di debet enggak ada uang, di black list dan dilaporin ke BI. Orang ini ngga bisa buka bank lagi di seluruh Indonesia," ungkapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pentingnya Rumah Susun...
Pentingnya Rumah Susun Lebih Luas untuk Keluarga Muda
Warga Minta Perbaikan...
Warga Minta Perbaikan Rusun Bidara Cina yang Terabaikan Sejak 1995
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Retribusi Rusun Selama Pandemi Covid-19
Serah Terima Kunci Rusun...
Serah Terima Kunci Rusun untuk Penghuni Kolong Tol
Rumah susun Pasar Rumput...
Rumah susun Pasar Rumput Disiapkan untuk Pasien Covid-19
Protes Penggolongan...
Protes Penggolongan Air Bersih PAM Jaya, Ribuan Warga Rusun Gelar Aksi Damai di Balai Kota Jakarta
Berita Terkini
Kondisi Permukiman Dekat...
Kondisi Permukiman Dekat Pasar Jiung Kemayoran usai Diamuk si Jago Merah
1 jam yang lalu
13 Potongan Tubuh Ditemukan...
13 Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II
2 jam yang lalu
Ini Analisa BMKG Terkait...
Ini Analisa BMKG Terkait Gempa Besar M5,4 di Sarmi Papua
3 jam yang lalu
Kebakaran Pasar Jiung...
Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran, 250 Bangunan Hangus dan 500 Jiwa Terdampak
3 jam yang lalu
Polisi Ungkap Modus...
Polisi Ungkap Modus Pasutri Pemilik WO Marwah: Gali Lubang Tutup Lubang
3 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Luncurkan 1.300 Meter Abu Vulkanik
5 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved