Pemda Harus Berani Tindak IUP Asing Bermasalah

Rabu, 21 Mei 2014 - 19:44 WIB
Pemda Harus Berani Tindak...
Pemda Harus Berani Tindak IUP Asing Bermasalah
A A A
SANGATTA - Sejumlah elemen masyarakat memberi dukungan penuh pada kebijakan tegas yang diambil pemerintah daerah (Pemda) dalam mengatasi kegiatan perusahaan pertambangan yang dinilai bermasalah.

Salah satunya yang dilakukan Bupati Kutai Timur Isran Noor terhadap perusahaan Churchill Mining Plc.

“Yang kami butuhkan adalah pemimpin yang berani dan tegas seperti ini. Jangan takut terhadap kekuatan asing, karena rakyat ada di belakang mereka,” kata tokoh masyarakat Kalimantan Timur yang juga Penanggung Jawab Gerakan Persedium Masyarakat Kaltim Abraham Ingan, dalam rilisnya, Rabu (21/5/2014).

Menurut Abraham, aspirasi itu disampaikan secara langsung pada Senin 21 Mei 2014 bersama dengan sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat. “Bersama sekitar 300-400 orang kami menyampaikan aspirasi dan dukungan moral kepada Bupati Kutai Timur Isran Noor,” ujarnya.

Menurut Abraham, secara umum Provinsi Kalimantan Timur merupakan wilayah yang kaya dengan hasil alam, berupa batu bara, minyak dan gas bumi.

Namun, nyatanya hasil bumi tersebut hanya dinikmati oleh perusahaan, terutama perusahaan asing selama bertahun-tahun.

“Yang ditinggalkan perusahaan-perusahaan itu hanyalah konflik sosial, kesenjangan ekonomi, dan kerusakan alam. Masyarakat lokal, seperti suku Dayak, makin miskin,” paparnya.

Padahal, kata dia, jika kekayaan alam itu dikelola oleh bangsa Indonesia, baik melalui BUMN, BUMD, atau perusahaan lokal, maka hasilnya akan lebih banyak dirasakan oleh masyarakat lokal.

Yang lebih mengkhawatirkan, kata dia, banyak izin-izin tambang bahkan dijual ke pihak asing. Dia ambil contoh seperti PT Nusantara Energy Group dan Churchill.

“Izin -izin tambang tersebut sangat merugikan rakyat Indonesia dan daerah. Apalagi, kemudian Churchill menggugat sebanyak USD 2 miliar. Kalau ini terjadi, kami yang akan melawan. Kami ada di belakang Pemda,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Kutai Timur Isran Noor mengaku yakin menang atas gugatan Churchill Mining Plc dan Planet Mining Pty Ltd yang berlanjut di Badan Arbitrase Internasional (International Center for Settlement of Investment Dispute/ICSID).

Dia meyakini sengketa yang bermula 4 tahun lalu itu terjadi akibat ulah Churchill yang tak menjalankan bisnis sesuai bidangnya.

Pada Surat Persetujuan Penanaman Modal Asing (SP PMA), kegiatan perusahaan Inggris itu di Kutai Timur hanyalah jasa penunjang pertambangan, tepatnya survei dan konsultasi, bukan langsung mengelola tambang.

Dalam proses gugatan di ICSID, Churchill dan Planet sempat meminta ganti rugi USD 2 miliar, kendati kemudian turun menjadi USD 1,05 miliar.

Isran membantah bahwa sistem otonomi daerah disebut jadi penyebab sengketa investasi ini terjadi.

"Ini bukan kesalahan sistem otonomi daerah. Perusahaan dalam negeri saya cabut 15 izin usaha, tidak ada pandang bulu. Sepanjang dia melaksanakan aturan sesuai perundang-undangan," ujarnya.
(sms)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
1 jam yang lalu
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
2 jam yang lalu
Soroti Kasus Penyiksaan...
Soroti Kasus Penyiksaan di Bandung, Wakil Ketua DPRD Jabar Gagas Siskamling Digital
2 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1,4 Km, PVMBG: Waspada Awan Panas dan Guguran Lava
3 jam yang lalu
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
12 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved