Ujian di Rutan, 5 Siswa Terlibat Narkoba Tak Lulus UN
Selasa, 20 Mei 2014 - 19:20 WIB
Ujian di Rutan, 5 Siswa Terlibat Narkoba Tak Lulus UN
A
A
A
CIREBON - Terlibat kasus narkoba, lima siswa SMAN 9 Kota Cirebon dinyatakan tak lulus. Saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pertengahan April lalu, kelimanya mengikuti ujian di rumah tahanan (rutan) Cirebon.
Kelima siswa itu telah divonis empat bulan kurungan penjara karena memiliki ganja. Berdasarkan informasi, mereka masing-masing MDY, Mz, AS, FIR, dan MBA. Padahal, rencananya mereka bakal bebas dari rutan pada Jumat (23/5/2014).
Bertepatan dengan pengumuman kelulusan SMA hari ini, orangtua setiap siswa mendatangi sekolah mempertanyakan perihal ketidaklulusan anak-anak mereka. Namun mereka menolak membuka identitas masing-masing maupun anak-anaknya. "Kami kemari untuk menanyakan nasib anak kami, kenapa bisa sampai tak lulus," cetus seorang ibu yang tak dapat menahan air matanya, Selasa (20/5/2014).
Para orangtua itu selanjutnya diterima Kepala SMAN 9 Rini Mulyanti dan bercakap-cakap secara tertutup. Seusai menerima para orangtua, Rini meyakinkan pihak sekolah telah mengusahakan yang terbaik untuk kelima siswa tersebut, salah satunya mereka bisa mengikuti UN di rutan. "Tapi hasilnya memang seperti ini, mau bagaimana lagi. Mungkin sejauh itulah kemampuan mereka," kata dia.
Menurut dia, mereka dimungkinkan tak bisa belajar optimal selama dalam kurungan penjara. Dengan persiapan yang kemungkinan seadanya itu, maka saat UN mereka kesulitan menghadapinya. Dia pun menolak menyebut identitas kelima siswa yang tak lulus UN.
Terpisah, Wakil Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis menyatakan, peristiwa itu harus menjadi pembelajaran semua pihak. Dia mengakui, kejadian itu memalukan. Namun, di sisi lain juga memilukan. "Bukan hanya siswa bersangkutan dan keluarganya, melainkan pula sekolah bahkan Kota Cirebon," tutur dia.
Dia mengingatkan semua sekolah untuk makin serius memerangi narkoba di sekolah. Fungsi Komite Sekolah pun harus dioptimalkan dengan pembinaannya.
Kelima siswa itu telah divonis empat bulan kurungan penjara karena memiliki ganja. Berdasarkan informasi, mereka masing-masing MDY, Mz, AS, FIR, dan MBA. Padahal, rencananya mereka bakal bebas dari rutan pada Jumat (23/5/2014).
Bertepatan dengan pengumuman kelulusan SMA hari ini, orangtua setiap siswa mendatangi sekolah mempertanyakan perihal ketidaklulusan anak-anak mereka. Namun mereka menolak membuka identitas masing-masing maupun anak-anaknya. "Kami kemari untuk menanyakan nasib anak kami, kenapa bisa sampai tak lulus," cetus seorang ibu yang tak dapat menahan air matanya, Selasa (20/5/2014).
Para orangtua itu selanjutnya diterima Kepala SMAN 9 Rini Mulyanti dan bercakap-cakap secara tertutup. Seusai menerima para orangtua, Rini meyakinkan pihak sekolah telah mengusahakan yang terbaik untuk kelima siswa tersebut, salah satunya mereka bisa mengikuti UN di rutan. "Tapi hasilnya memang seperti ini, mau bagaimana lagi. Mungkin sejauh itulah kemampuan mereka," kata dia.
Menurut dia, mereka dimungkinkan tak bisa belajar optimal selama dalam kurungan penjara. Dengan persiapan yang kemungkinan seadanya itu, maka saat UN mereka kesulitan menghadapinya. Dia pun menolak menyebut identitas kelima siswa yang tak lulus UN.
Terpisah, Wakil Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis menyatakan, peristiwa itu harus menjadi pembelajaran semua pihak. Dia mengakui, kejadian itu memalukan. Namun, di sisi lain juga memilukan. "Bukan hanya siswa bersangkutan dan keluarganya, melainkan pula sekolah bahkan Kota Cirebon," tutur dia.
Dia mengingatkan semua sekolah untuk makin serius memerangi narkoba di sekolah. Fungsi Komite Sekolah pun harus dioptimalkan dengan pembinaannya.
(zik)