Nonton berita Emon, 2 bocah mengaku pernah disemburit
Jum'at, 09 Mei 2014 - 17:16 WIB
Nonton berita Emon, 2 bocah mengaku pernah disemburit
A
A
A
Sindonews.com - Bocah tuna rungu di Jakarta Timur memperdaya belasan bocah tetangganya. Aksi ini terbongkar setelah korbannya bertanya kasus kejahatan seksual yang dilakukan Emon melalui layar televisi.
Menurut keterangan tetangga korban, Niken, pelaku berinisial A merupakan anak laki-laki yang mengidap tuna rungu.
"Awalnya AB nonton di tv lihat kasus Emon, dia nanya sama ibunya apa itu sodomi lalu dijelaskan setelah itu si anak bilang kalau dia juga pernah diperlakukan demikian," kata Niken di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (9/5/2014).
Modus pelaku, jelas Niken, dengan mengajak korban bermain ke warnet. Setelah itu, para korban di ajak pelaku ke tanah lapang yang jauh dari pantauan warga untuk meniru adegan dalam video porno tersebut.
Korban diperkirakan tidak hanya berjumlah dua orang. Lantaran, menurut pengakuan AB, pelaku juga mengajak teman main lainnya saat melakukan aksi bejatnya tersebut.
"Kemungkinan ada sembilan orang lagi. Tapi orang tua mereka nggak mau lapor," pukasnya.
Ada dua korban yang melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) POlres Jakarta Timur. Keduanya adalah AB (8) dan AS (4).
Menurut keterangan tetangga korban, Niken, pelaku berinisial A merupakan anak laki-laki yang mengidap tuna rungu.
"Awalnya AB nonton di tv lihat kasus Emon, dia nanya sama ibunya apa itu sodomi lalu dijelaskan setelah itu si anak bilang kalau dia juga pernah diperlakukan demikian," kata Niken di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (9/5/2014).
Modus pelaku, jelas Niken, dengan mengajak korban bermain ke warnet. Setelah itu, para korban di ajak pelaku ke tanah lapang yang jauh dari pantauan warga untuk meniru adegan dalam video porno tersebut.
Korban diperkirakan tidak hanya berjumlah dua orang. Lantaran, menurut pengakuan AB, pelaku juga mengajak teman main lainnya saat melakukan aksi bejatnya tersebut.
"Kemungkinan ada sembilan orang lagi. Tapi orang tua mereka nggak mau lapor," pukasnya.
Ada dua korban yang melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) POlres Jakarta Timur. Keduanya adalah AB (8) dan AS (4).
(ysw)