Perbaikan jalur evakuasi Merapi butuh Rp20,75 miliar

Jum'at, 09 Mei 2014 - 05:06 WIB
Perbaikan jalur evakuasi...
Perbaikan jalur evakuasi Merapi butuh Rp20,75 miliar
A A A
Sindonews.com – Pemkab Sleman membutuhkan anggaran Rp20,75 miliar untuk memperbaiki jalur evakuasi di lereng Gunung Merapi yang sekarang kondisinya rusak.

Beberapa jalur yang rusak di antaranya Jalur Srunen–Bronggang, Geblok–Kaliadem, Jambon–Jlapan, Brongkol–Plumbon, Koroulon Joholanang dan jalan perbatasan, Pasar Butuh ke utara.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman Mirza Anfansury mengatakan, untuk perbaikan tersebut diharapkan sudah dapat dimulai pada Juli mendatang.

Untuk merealisasikannya sekarang sudah dibuat detail engineering design (DED). Setelah DED selesai segara dilakukan pengadaan fisik.

“Jika Juli sudah mulai dikerjakan, diharapkan September sudah selesai,” kata Mirza saat mendampingi Bupati Sleman Sri Purnomo meninjau jalur evakuasi di lereng Gunung Merapi, Kamis 8 Mei 2014.

Mirza menjelaskan, untuk perbaikan jalur evakuasi Geblok–Kaliadem sepanjang 4 kilometer (km) akan menggunakan dana BNPB sepanjang 3 km.

Sisanya 1 km akan diperbaiki dengan anggaran APBD Sleman. Jalur evakuasi Srunen hingga Bronggang sepanjang 5 kilometer akan diperbaiki dengan dana BNPB.

Perbaikan jalur perbatasan Pasar Butuh ke utara pengerjaannya bekerja sama dengan Pemkab Klaten. Sementara jalur Pasar Butuh ke selatan dikerjakan Pemkab Sleman.
Perbaikan jalur ini menggunakan dana dari BNPB dan dibantu BPBD DIY.

“Jalur evakuasi akan dikerjakan dengan spesifikasi jalan sekelas jalan kabupaten. Jalan tersebut akan berkapasitas maksimal enam ton,” tambahnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Julisetiono Dwi Wasito mengatakan dari catatan BPBD Sleman, jalur evakuasi yang rusak sepanjang 12 km.

Dari panjang itu, 7 km di antaranya mengalami kerusakan parah. Kerusakan jalur evakuasi dipicu banyaknya truk tambang yang melebihi tonase jalan.

“Truk yang membawa pasir dan batu tersebut nekat melewati jalur evakuasi meskipun jalur tambang sudah dibuat. Kondisi jalur tambang sendiri juga mengalami kerusakan parah,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman Sapto Winarno menjelaskan untuk jalur truk pengangkut material Merapi sebenarnya pemkab sudah menyediakan jalan khusus. Baik yang ada di sisi timur maupun barat.

Untuk sisi timur mulai dari Batur, Kepuharjo hingga Cakran, Wukirsari. Pada sisi barat dari barat lapangan Golf Merapi.

Namun yang menjadi kendala adalah masalah pengawasan terhadap penambangan pasir , baik yang masuk kawasan normalisasi maupun yang tidak. Termasuk juga truk-truk yang melewati jalur evakuasi itu.

Anggota Fraksi PAN DPRD Sleman Nurhidayat mengatakan agar permasalahan kerusakan jalur evakuasi tidak terulang perlu dibuat jalur khusus tambang.

Selain itu, juga menerapkan sanksi tegas bagi kendaraan yang melanggar aturan. Bila tidak dilakukan, maka masalah kerusakan jalur evakuasi tidak akan pernah selesai.
(sms)
Berita Terkini
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
58 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
2 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
3 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved