Didemo, akhirnya M10 boleh melintas di Blok A
Rabu, 07 Mei 2014 - 15:39 WIB
Didemo, akhirnya M10 boleh melintas di Blok A
A
A
A
Sindonews.com - Aksi Demo yang dilakukan puluhan sopir angkutan Mikrolet M 10 membuahkan hasil. Akhirnya armada Mikrolet jurusan Tanah Abang-Jembatan Lima itu diperbolehkan melewati depan Pasar Blok A.
Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak, mengatakan pengalihan rute mikrolet M10 untuk mengembalikan rute awal dari mikrolet tersebut.
"Karena memang trayek awal mereka tidak melewati Blok A dan Blok B tetapi lewat Jalan Jatibunder lalu langsung mengarah ke stasiun Tanah Abang," jelas Harlem di Tanah Abang, Rabu (7/5/2014).
Pihaknya sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi kepada perusahaan mikrolet terkait pengembalian rute awal trayek tersebut.
Tidak hanya itu pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada para supir di lapangan. Namun kenyataannya masih ada penolakan dari para sopir mikrolet M10.
"Sekarang sopir tidak mau karena memang sudah tahunan lewat Blok A. Ya sudah sekarang diizinkan dulu lewat Blok A, yang penting jalan tidak tertutup, sambil mencari solusi terbaik dan menunggu keputusan lebih lanjut," tegas Harlem.
Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak, mengatakan pengalihan rute mikrolet M10 untuk mengembalikan rute awal dari mikrolet tersebut.
"Karena memang trayek awal mereka tidak melewati Blok A dan Blok B tetapi lewat Jalan Jatibunder lalu langsung mengarah ke stasiun Tanah Abang," jelas Harlem di Tanah Abang, Rabu (7/5/2014).
Pihaknya sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi kepada perusahaan mikrolet terkait pengembalian rute awal trayek tersebut.
Tidak hanya itu pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada para supir di lapangan. Namun kenyataannya masih ada penolakan dari para sopir mikrolet M10.
"Sekarang sopir tidak mau karena memang sudah tahunan lewat Blok A. Ya sudah sekarang diizinkan dulu lewat Blok A, yang penting jalan tidak tertutup, sambil mencari solusi terbaik dan menunggu keputusan lebih lanjut," tegas Harlem.
(ysw)