Ayah korban asusila di Tangerang coba tutupi tersangka
Rabu, 07 Mei 2014 - 15:31 WIB
Ayah korban asusila di Tangerang coba tutupi tersangka
A
A
A
Sindonews.com - LW (27), ibu balita NA (3,5), korban pencabulan yang dilakukan pamannya AM (17), di Kedaung Wetan, RT 04 /03 , Neglasari, Kota Tangerang. Pasalnya, ayah NA hanya berdiam dan tak membela putrinya itu.
"Suami saya malah belain si AM. Dia minta dibicarakan baik-baik. Padahal sudah jelas dari pengakuan anaknya sendiri. Akhirnya saya pergi ke rumah orangtua saya," katanya kepada wartawan di Tangerang, Rabu (7/5/2014).
Akhirnya LW dengan ditemani keluarganya melaporkan AM ke Polsek Neglasari, Selasa 6 Mei 2014 kemarin. Puterinya pun telah divisum di klinik.
"Saya harap masalah ini cepat ditangani polisi. Saya tidak bermaksud menuduh, tapi anak saya sendiri yang bilang," tutupnya.
LW menjelaskan, peristiwa itu diketahui ketika puterinya mengeluh kesakitan di kemaluannya Jumat 18 April lalu. Bahkan anaknya kerap menangis saat buang air kecil.
"Lalu saya bawa ke Puskesmas untuk periksa. Pihak Puskesmas bilang kalau ada luka pada kemaluan anak saya. Dokter juga menyuruh untuk divisum," terangnya kepada wartawan di Tangerang, Rabu (7/5/2014).
Berdasarkan hal itu, LW menanyakan langsung kepada anaknya. NA mengaku, kalau kemaluannya dipegang oleh AM, adik dari suaminya. Peristiwa itu terjadi pada Kamis 17 April lalu, ketika Linda dan suaminya, Khaerudin, sedang tidak ada di rumah. Puterinya ketika itu dititipkan kepada AM.
"Waktu kejadian saya sedang ke luar rumah. Suami saya awalnya sedang tidur, lalu dia bangun dan pergi juga keluar. Anak saya bilang, saat di rumah bersama AM, dia dibawa ke kamar dan dipegang-pegang kemaluannya," bebernya sambil menangis.
"Suami saya malah belain si AM. Dia minta dibicarakan baik-baik. Padahal sudah jelas dari pengakuan anaknya sendiri. Akhirnya saya pergi ke rumah orangtua saya," katanya kepada wartawan di Tangerang, Rabu (7/5/2014).
Akhirnya LW dengan ditemani keluarganya melaporkan AM ke Polsek Neglasari, Selasa 6 Mei 2014 kemarin. Puterinya pun telah divisum di klinik.
"Saya harap masalah ini cepat ditangani polisi. Saya tidak bermaksud menuduh, tapi anak saya sendiri yang bilang," tutupnya.
LW menjelaskan, peristiwa itu diketahui ketika puterinya mengeluh kesakitan di kemaluannya Jumat 18 April lalu. Bahkan anaknya kerap menangis saat buang air kecil.
"Lalu saya bawa ke Puskesmas untuk periksa. Pihak Puskesmas bilang kalau ada luka pada kemaluan anak saya. Dokter juga menyuruh untuk divisum," terangnya kepada wartawan di Tangerang, Rabu (7/5/2014).
Berdasarkan hal itu, LW menanyakan langsung kepada anaknya. NA mengaku, kalau kemaluannya dipegang oleh AM, adik dari suaminya. Peristiwa itu terjadi pada Kamis 17 April lalu, ketika Linda dan suaminya, Khaerudin, sedang tidak ada di rumah. Puterinya ketika itu dititipkan kepada AM.
"Waktu kejadian saya sedang ke luar rumah. Suami saya awalnya sedang tidur, lalu dia bangun dan pergi juga keluar. Anak saya bilang, saat di rumah bersama AM, dia dibawa ke kamar dan dipegang-pegang kemaluannya," bebernya sambil menangis.
(mhd)