Gugum akui sakit hati dengan ibu pacarnya
Selasa, 29 April 2014 - 23:30 WIB
Gugum akui sakit hati dengan ibu pacarnya
A
A
A
Sindonews.com - Rahmadani Gumilang alias Gugum (sebelumny ditulis Rahmat Dani Gumelar) yang tega menghabisi tiga anggota keluarga kekasihnya itu mengakui perbuatannya.
Gugum juga mengakui pembantaian itu dilatari perasaan sakit hatinya saat orangtua kekasihnya tak merestui hubungannya dengan Dewi (24). Gugum mengaku kalap.
“Saya menyesal, karena saya kalap hubungan saya tak direstui. Pasti lah saya menyesal,” kata Gugum kepada wartawan di Mapolsek Jatiuwung, Tangerang, Selasa (29/4/2014).
Gugum mengakui menyambangi kediaman kekasihnya itu sejak siang. Entah mengapa, Gugum terlibat cekcok mulut dengan Heryati yang lain ibu kandung Dewi. Kesal dengan cekcok mulut tersebut, Gugum mengambil kunci pipa yang ada di rumah tersebut.
Gugum pun menggunakan benda tumpul itu untuk memukul calon ibu mertuanya itu hingga tewas seketika. Namun saat melakukan aksi kejinya, adik kandung Dewi, Prasetyo yang baru datang dari sekolah melihat kejadian itu. Khawatir Prasetyo teriak, Dani pun membunuh pelajar SMP itu dengan alat yang sama. Remaja ini pun tewas menyusul ibunya.
Perbuatan tersebut didengar Dukut yang sedang istirahat di lantai dua. Pelaku yang seperti kesetanan ini menghampiri Dukut dan membunuhnya.
Gugum juga mengakui pembantaian itu dilatari perasaan sakit hatinya saat orangtua kekasihnya tak merestui hubungannya dengan Dewi (24). Gugum mengaku kalap.
“Saya menyesal, karena saya kalap hubungan saya tak direstui. Pasti lah saya menyesal,” kata Gugum kepada wartawan di Mapolsek Jatiuwung, Tangerang, Selasa (29/4/2014).
Gugum mengakui menyambangi kediaman kekasihnya itu sejak siang. Entah mengapa, Gugum terlibat cekcok mulut dengan Heryati yang lain ibu kandung Dewi. Kesal dengan cekcok mulut tersebut, Gugum mengambil kunci pipa yang ada di rumah tersebut.
Gugum pun menggunakan benda tumpul itu untuk memukul calon ibu mertuanya itu hingga tewas seketika. Namun saat melakukan aksi kejinya, adik kandung Dewi, Prasetyo yang baru datang dari sekolah melihat kejadian itu. Khawatir Prasetyo teriak, Dani pun membunuh pelajar SMP itu dengan alat yang sama. Remaja ini pun tewas menyusul ibunya.
Perbuatan tersebut didengar Dukut yang sedang istirahat di lantai dua. Pelaku yang seperti kesetanan ini menghampiri Dukut dan membunuhnya.
(hyk)