Ahok mulai senewen dengan PT. JM
Selasa, 29 April 2014 - 14:37 WIB
Ahok mulai senewen dengan PT. JM
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama seperti sudah tak ingin membicarakan mengenai kelanjutan proyek monorel.
"Itu (JM) pembicaraannya berubah terus, Pemprov DKI akan kaji lebih dalam lagi soal monorel ini," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa (28/4).
Ahok menjelaskan pembicaraan JM terkait jumlah penumpang yang ditargetkan 200 ribu orang perhari namun kemudian diturunkan.
"Abis itu sekarang minta properti dibangun di atas monorel, saya tanya kajiannya gimana?" tegasnya.
Dengan rencana tersebut, lanjutnya, otomatis akan meningkatkan biaya pembangunan pondasi atau tiang. Jika nanti disewakan, berapa harganya.
"Apa yang naik monorel nanti mau beli mahal seperti di mal-mal gitu?" kata Ahok dengan nada meninggi.
Namun, AHok makin senewen degnan jawaban PT JM atas pertanyaan tersebut. PT JM malah berlagak seperti yang punya uang banyak.
"Saya enggak mau pusing. Ini lahan Pemprov. Kalau mangkrak gimana? Itu kajian terlalu banyak," ujarnya lagi.
Ahok sendiri mengaku bahwa dirinya tinggal menunggu apa yang akan menjadi keputusan dari Pak Gubernur.
"Tinggal tunggu aja deh keputusan Pak Gubernur," ketusnya.
"Itu (JM) pembicaraannya berubah terus, Pemprov DKI akan kaji lebih dalam lagi soal monorel ini," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa (28/4).
Ahok menjelaskan pembicaraan JM terkait jumlah penumpang yang ditargetkan 200 ribu orang perhari namun kemudian diturunkan.
"Abis itu sekarang minta properti dibangun di atas monorel, saya tanya kajiannya gimana?" tegasnya.
Dengan rencana tersebut, lanjutnya, otomatis akan meningkatkan biaya pembangunan pondasi atau tiang. Jika nanti disewakan, berapa harganya.
"Apa yang naik monorel nanti mau beli mahal seperti di mal-mal gitu?" kata Ahok dengan nada meninggi.
Namun, AHok makin senewen degnan jawaban PT JM atas pertanyaan tersebut. PT JM malah berlagak seperti yang punya uang banyak.
"Saya enggak mau pusing. Ini lahan Pemprov. Kalau mangkrak gimana? Itu kajian terlalu banyak," ujarnya lagi.
Ahok sendiri mengaku bahwa dirinya tinggal menunggu apa yang akan menjadi keputusan dari Pak Gubernur.
"Tinggal tunggu aja deh keputusan Pak Gubernur," ketusnya.
(ysw)