Emas palsu di Yogya dibuat dari tembaga yang dipoles
Sabtu, 26 April 2014 - 05:30 WIB
Emas palsu di Yogya dibuat dari tembaga yang dipoles
A
A
A
Sindonews.com - Mochsin pedagang kain yang menjadi otak penipuan penjualan emas palsu di Toko Emas Fuji, Yogyakarta mengaku setiap gelang dari tembaga yang dipoles dengan lapisan emas itu dibeli seharga Rp50 ribu.
Pekerjaan untuk melapisi dengan lapisan emas pun diakui dilakukannya sendiri. Bila dijual, gelang itu untuk tiap gramnya dihargai sekitar Rp310 ribu.
"Ini untung-untungan saja, kemarin (pas ketangkep) itu satu gramnya dihargai dua ratus ribu," akunya, Jumat 25 April 2014.
Untuk melancarkan aksinya, setiap menjual gelang emas palsu, Muchsin menggunakan bantuan perempuan.
Bila berhasil dalam melakukan tugasnya, perempuan-perempuan yang dia tugasi diberi upah Rp300 ribu.
Indari yang merupakan teman Muchsin sendiri dari pengakuannya baru satu kali membantu menjual di Toko Emas Fuji hingga akhirnya terbongkar.
Kemudian, Mina yang merupakan saudara Muchsin sendiri setidaknya sudah dua kali berhasil menjual emas di Toko Emas Fuji, yakni pada Rabu 19 Maret 2014 berupa tiga gelang emas dengan berat 9,8 gram dan enam gelang emas dengan berat 25 gram pada Jumat 4 April 2014 lalu.
Dari dua kali penjualan itu, didapatkan uang hasil penjualan sebanyak Rp12.170.000.
Selain dua orang itu, sebelumnya Muchsin pernah juga menggunakan jasa seorang PSK yang ditemui di Yogyakarta untuk diminta menjualkan emas.
Dalam aksinya pada Kamis 24 April 2014 lalu, Muchsin beserta Mina dan Indari sebenarnya baru saja dari Situbondo.
Mereka bertiga berangkat pada Selasa 22 April menuju Yogyakarta dengan menyewa mobil rental sekaligus menggunakan jasa sopir.
Mereka yang tiba di Yogyakarta pada Rabu 23 April malam, langsung menginap di daerah Gedongtengen. "Itu nginap di hotel, siangnya mau jual gelang tapi ketangkap," pungkasnya.
Pekerjaan untuk melapisi dengan lapisan emas pun diakui dilakukannya sendiri. Bila dijual, gelang itu untuk tiap gramnya dihargai sekitar Rp310 ribu.
"Ini untung-untungan saja, kemarin (pas ketangkep) itu satu gramnya dihargai dua ratus ribu," akunya, Jumat 25 April 2014.
Untuk melancarkan aksinya, setiap menjual gelang emas palsu, Muchsin menggunakan bantuan perempuan.
Bila berhasil dalam melakukan tugasnya, perempuan-perempuan yang dia tugasi diberi upah Rp300 ribu.
Indari yang merupakan teman Muchsin sendiri dari pengakuannya baru satu kali membantu menjual di Toko Emas Fuji hingga akhirnya terbongkar.
Kemudian, Mina yang merupakan saudara Muchsin sendiri setidaknya sudah dua kali berhasil menjual emas di Toko Emas Fuji, yakni pada Rabu 19 Maret 2014 berupa tiga gelang emas dengan berat 9,8 gram dan enam gelang emas dengan berat 25 gram pada Jumat 4 April 2014 lalu.
Dari dua kali penjualan itu, didapatkan uang hasil penjualan sebanyak Rp12.170.000.
Selain dua orang itu, sebelumnya Muchsin pernah juga menggunakan jasa seorang PSK yang ditemui di Yogyakarta untuk diminta menjualkan emas.
Dalam aksinya pada Kamis 24 April 2014 lalu, Muchsin beserta Mina dan Indari sebenarnya baru saja dari Situbondo.
Mereka bertiga berangkat pada Selasa 22 April menuju Yogyakarta dengan menyewa mobil rental sekaligus menggunakan jasa sopir.
Mereka yang tiba di Yogyakarta pada Rabu 23 April malam, langsung menginap di daerah Gedongtengen. "Itu nginap di hotel, siangnya mau jual gelang tapi ketangkap," pungkasnya.
(sms)