Penyebab kebakaran Toko Buku Merdeka belum diketahui

Kamis, 24 April 2014 - 17:11 WIB
Penyebab kebakaran Toko...
Penyebab kebakaran Toko Buku Merdeka belum diketahui
A A A
Sindonews.com - Tim Identifikasi dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabofor) Mabes Polri, Cabang Semarang, belum bisa mengungkap penyebab kebakaran yang melanda Toko Buku Merdeka yang berada di Kawasan Nonongan, Solo.

Kepala Sub Bidang Fisika Komputer dan Forensik, Puslabofor Polri, Cabang Semarang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rini Puji Astuti, menyebutkan tim identifikasi telah melakukan penyelidikan di toko itu sejak Kamis pagi (24/4/2014).

Menurut Rini, penyelidikan itu difokuskan pada beberapa titik yang ada seperti pada instalasi listrik, fisik bangunan dan beberapa titik lainnya.

Meskipun demikian, pihaknya mengaku belum bisa mengambil kesimpulan penyebab terbakarnya toko alat tulis kantor dan juga toko plastik tersebut.

Rini menjelaskan, pihak tim Puslabfor masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut di laboratorium.

“Belum bisa kita pastikan apa penyebab kebakaran ini," ujarnya usai melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kamis siang (24/4/2014).

Dia menambahkan saat ini pihaknya baru mengumpulkan barang bukti berupa kabel dan abu sisa-sisa kebakaran yang ada.

Nantinya abu dan kabel itu yang bakal diteliti di laboratorium forensik, menurutnya dari sampel abu dan kabel itu, nantinya bakal memberikan petunjuk dari kebakaran yang terjadi pada Rabu pagi 23 April 2014.

Sementara itu, hingga Kamis pagi, tim Pemadam Kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, masih terus memadamkan bara api yang masih tersisa.

Bara api yang masih berada di dalam toko itu akhirnya dipastikan padam setelah tim pemadam kebakaran melakukan pemadaman selama kurang lebih 24 jam.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Solo, Dono Tumpo, menyebutkan minimnya akses masuk ke dalam toko membuat api yang ada sulit dipadamkan.

Selain itu material yang ada di dalam toko yang didominasi platsik dan kertas membuat kobaran api dapat membesar dalam waktu yang singkat.

Para petugas yang melakukan pemadaman juga harus menggunakan masker oksigen, pasalnya setelah api membesar, seluruh ruangan yang ada di dalam toko itu diselimuti oleh kabut pekat.

“Harus kerja ekstra, api berhasil padam pada Rabu pukul 18.30 WIB, namun kita baru bisa memastikan padamnya bara api pada Kamis pagi ini,” tandasnya, Kamis (24/4/2014).
(sms)
Berita Terkait
Peristiwa Kebakaran...
Peristiwa Kebakaran di Jakarta yang Menelan Korban Jiwa
Pemerintah Harus Perbaiki...
Pemerintah Harus Perbaiki Tata Kelola Lapas di Tanah Air
Api Membakar Puluhan...
Api Membakar Puluhan Rumah di Pemukiman Padat Topoyo, Mamuju, Sulbar
Asap Kebakaran di Los...
Asap Kebakaran di Los Angeles Mengandung Racun Berbahaya
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Empat Rumah Petani Ludes...
Empat Rumah Petani Ludes Terbakar, Seorang Luka-Luka
Berita Terkini
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
3 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
6 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
8 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
10 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
11 jam yang lalu
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved