Dosen UGM kembangkan teknologi proses fermentasi kecap

Sabtu, 19 April 2014 - 06:35 WIB
Dosen UGM kembangkan...
Dosen UGM kembangkan teknologi proses fermentasi kecap
A A A
Sindonews.com - Dosen di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM Prof Dr Ir Sardjono MS berhasil mengembangkan inovasi teknologi proses fermentasi kecap.

Penelitian tersebut memiliki fokus pada perbaikan proses dan peningkatan efisiensi proses fermentasi kecap dengan bahan baku lokal, yakni kedelai hitam.

"Salah satu faktor penghambat pabrik kecap dalam meningkatkan produksi adalah fermentasi moromi atau fermentasi dalam larutan garam. Penyebabnya ialah tahapan fermentasi memakan waktu lama, berkisar antara lima sampai dengan enam bulan. Untuk itu, kami carikan solusi agar proses bisa berjalan lebih cepat," tutur Sardjono, kemarin.

Dari inovasi yang dikembangkan Sardjono, akhirnya proses fermentasi dapat diperpendek menjadi 3,5 bulan dengan kualitas yang sama dengan fermentasi sebelumnya. Penelitian yang dilakukan Sardjono dimulai dengan isolasi mikroflora dari proses fermentasi kecap. Ia pun melakukan seleksi beberapa strain mikroba yang memiliki potensi besar untuk fermentasi.

"Selanjutnya, saya mencoba melakukan formulasi starter dan merancang proses produksi starter, termasuk unit produksinya. Yang konvensional untuk proses fermentasi ini kan menggunakan tampah dan dibiarkan berada di tempat terbuka saja," tuturnya.

Dalam pengembangan penelitian, Sardjono melakukan perbaikan proses fermentasi oleh jamur atau fermentasi koji. Fermentasi koji merupakan tahapan proses yang sangat penting untuk menentukan kualitas hasil fermentasi.

Jika biasanya proses fermentasi koji berjalan tanpa dikendalikan, pada proses yang dilakukannya, Sardjono merancang agar proses fermentasi koji dapat dikendalikan dengan baik.

"Proses fermentasi ini kita coba sederhanakan melalui fermentasi terkendali menggunakan bioreaktor. Caranya dengan pengendalian RH ruang fermentasi, suhu, aerasi (oksigen), pengeluaran CO2, cara pengadukan bahan dan sistem pengendalian otomatis," jelas pria kelahiran Yogyakarta, 13 Juli 1950 ini.

Sardjono pun mengungkapkan, penelitian yang dilakukannya tersebut merupakan pengembangan dari penelitian kinetika fermentasi yang sudah ada sebelumnya.

Dalam penelitiannya, ia menggunakan sebuah alat bioreaktor untuk fermentasi terkendali. Alat yang digunakannya sudah merupakan hasil evaluasi dan revisi dari rancangan pertama bioreaktor, termasuk revisi kapasitas sebuah bioreaktor sekali fermentasi ekuivalen menjadi empat ton kedelai.

"Dulunya mungkin hanya sekitar 4-5 ton kecap pertahun yang dihasilkan, tapi sekarang bisa mencapai 70.000 ton kecap pertahun. Jadi, memang selain hemat waktu, sekaligus hasilnya berlipat ganda," tambahnya.

Penelitian yang dilakukannya dengan bantuan rekan sesama dosen di FTP yakni Prof Dr Ir Mary Astuti tersebut merupakan penelitian multiyears yang hasilnya langsung dapat digunakan oleh industri.
(lns)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
34 menit yang lalu
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
2 jam yang lalu
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
3 jam yang lalu
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
12 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
12 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
13 jam yang lalu
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved