Banyak orang bertapa di Candi Ratu Boko, ada apa?

Jum'at, 18 April 2014 - 13:45 WIB
Banyak orang bertapa...
Banyak orang bertapa di Candi Ratu Boko, ada apa?
A A A
Sindonews.com - Candi Ratu Boko yang terletak di Yogyakarta ternyata menyimpan cerita mistis. Pasalnya, banyak orang yang menyebut jika di tempat itu berdiri sebuah kerajaan yang tak kasat mata.

Kondisi itu kemudian banyak dimanfaatkan pengunjung untuk melakukan ritual semedi atau bertapa dengan membakar dupa di malam hari. Mereka percaya akan mendapkan petunjuk jika melakukan aktivitas yang dikeramatkan itu.

"Percaya enggak percaya, yang namanya mahluk gaib itu ada. Bagi yang memiliki kelebihan (bisa melihat makluk gaib), pasti merasakan ada aura yang kuat di sini," kata Staf Operasional TWC Ratu Boko Didik Tri Ardianto saat diwawancarai baru-baru ini.

Bapak dua anak itu menyampaikan, petugas sekuriti banyak yang sering melihat mahluk halus di sekitar Candi Ratu Boko. Ada yang berwujud binatang, manusia berjubah, hingga suara aneh. "Cerita satpam, di gapura ada macan putih yang menunggu. Kalau di area Candi Pembakaran beda lagi," ucapnya.

Begitu juga pengakuan pengunjung yang melihat sosok aneh yang ikut menari saat ada pagelaran seni tradisional. Misal, penari yang sedang pentas sebenarnya hanya empat orang, tapi pengunjung melihat ada lima.

Didik yakin mahluk halus takkan mengganggu jika tidak diganggu lebih dulu. Dia menyarankan, pengujung untuk tidak melakukan hal yang tak patut seperti kencing sembarang, meludah sembarangan, atau mengambil sesuatu di Candi Boko. "Kalau kita enggak neko-neko, saya kira tidak apa-apa," ujarnya.

Soal mitos berpacaran di Candi Boko bisa putus, menurut dia , tidak benar. "Mitos seperti itu boleh percaya boleh tidak," terangnya.

Area Candi Ratu Boko memiliki luas sekira 25 hektare. Di dalamnya ada banyak bangunan. Gerbang Keraton Ratu Boko terdapat dua banguan.

Seletah melewati gerbang ada petunjuk arah menuju bukit untuk gardu pandang. Jika menuju sana, akan terlihat jelas area bawah mulai dari Candi Prambanan dan sekitarnya hingga ujung Gunung Merapi.

Sebelum sampai gardu pandang, terdapat area Candi Pembakaran. Dulu, lokasi itu sebagai tempat pembakaran mayat.

Di sisi timur tenggara Candi Pembakaran terdapat sebuah belik (sumber air). Masyarakat umum memberi nama Amerta Mantana, yang berarti air suci yang sudah diberi nama. "Air dari sumur ini setiap tahun digunakan untuk ritual keagamaan. Umat Hindu sebelum Hari Raya Nyepi, saat upacara tawur agung itu mengambil air di situ," cerita Didik.

Selain itu terdapat Paseban yang berada di sisi selatan. Paseban berarti tempat untuk menghadap raja. Paseban ini terletak tidak jauh dari Kompleks Pendopo. "Lokasi itu (Pendopo) terkadang yang dipakai pengunjung bersemedi," ujarnya.

Di samping pendopo yakni kawasan Keputren yang konon sebagai tempat tinggal putri raja. Sisi selatan bagian bawah Pendopo ada beberapa kolam pemandian yang konon digunakan untuk mandi putri raja dan dayang-dayangnya.

"Jangan tanya siapa putri-putri raja. Raja Kraton Boko sendiri tidak ada dalam sejarah. Tapi peninggalannya sampai sekarang masih utuh terjaga," imbuhnya.

Didik juga menjelaskan ada dua goa di Cando Boko yakni Goa Lanang sebagai tempat meditasi laki-laki dan Gua Wadon sebagai tempat meditasi perempuan. "Tempat itu juga dipergunakan ritual pengunjung. Pengunjung bebas melakukan ritual di sini selama memberitahukan ke petugas keamanan," ucapnya.

Keraton Ratu Boko, lanjutnya, salah satu situs sejarah yang menunjukkan keharmonisan antar umat, khususnya Hindu dan Budha. Perpaduan Budaya Hindu dan Buddha terlihat jelas dari adanya Arca Dyani Buddha dan Arca Ganesha, Durga dan Yoni.
(rsa)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
31 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
45 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
54 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved