Peredaran kunci jawaban UN terkait joki besar

Jum'at, 18 April 2014 - 03:48 WIB
Peredaran kunci jawaban...
Peredaran kunci jawaban UN terkait joki besar
A A A
Sindonews.com - Siswa SMAN 12 Benowo Surabaya yang diduga menyebarkan kunci jawaban soal Ujian Nasional (UN) diduga terkait dengan jaringan joki kelas kakap di Surabaya.

Hal itu terungkap dari pemeriksaan terhadap 17 siswa yang dilakukan penyidik Polrestabes Surabaya.

Informasi di Polrestabes Surabaya menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dua siswa yang sebelumnya diduga sebagai aktor penting dalam penyebaran selebaran yang diduga sebagai kunci jawaban soal UN tak lebih hanya berperan sebagai perantara saja.

Diatasnya masih ada beberapa pelaku lain. Diduga, kunci jawaban tersebut berasal dari joki besar yang dikenal dengan nama Joki Gosok. Tahun lalu, Joki Gosok ini bekerjasama dengan Joki Ganas, namun tahun ini mereka melakukan aksi terpisah.

Joki Gosok menggunakan orang perantara yang dikenal dengan sebutan Cak T. Orang inilah yang berhasil masuk ke siswa AMSN 12 Benowo.

Ketika itu Cak T bertemu dengan siswa kelas XII berinisial R. Dalam pertemuan tersebut Cak T memberikan kunci jawaban soal UN ke R. Sayangnya sampai saat ini R masih belum ditemukan, R menghilang dan tidak ikut dalam UN hari terakhir Rabu lalu.

R kemudian men-scan jawaban tersebut dan diberikan ke pada rekannya F melalui email.
Setelah mendapatkan emal berisi jawaban soal tersebut, F mengirimkan kembali ke rekannya R dan I.

Olah kedua siswa tersebut, kunci jawaban itu dicetak dan diperbanyak. Dari sinilah lembar yang diduga sebagai kunci jawaban tersebut terus menyebar. R dan I memberikan kepada tiga siswa lainya yaitu F, F dan M.

Dari ketiga siswa ini, kunci jawaban bergulir lagi ke sembilan koordinator kelas atau yang lebih dikenal dengan server kelas.

Server kelas ini menerima lembar kunci jawaban soal UN sesuai dengan pesanan di kelas masing masing. Jika dalam kelas itu ada 10 pesanan, maka mereka membawa 10 lembar kunci jawaban.

Peredaran lembar kunci jawaban tersebut sudah terjadi sebelum pelaksanaan UN. Terlebih dulu mereka membentuk jaringan distribusi serta jaringan untuk mencari pembeli. Dalam distribusi lembar jawaban kunci selalu dilakukan pada pukul 04.00 WIB. Antara koordinator dan pembeli berjanji bertemu disuatu tempat.

“Mereka menjual Rp150 ribu, untuk kunci jawaban enam mata pelajaran yang diujikan dalam UN," tandas Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti, Kamis 17 April 2014.

Dia juga mengatakan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 17 siswa, dari 17 tersebut dua diantaranya yang sebelumnya diduga sebagai pelaku utama.

“Mereka diperiksa masih sebatas sebagai saksi, untuk saat ini mereka dipulangkan,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved