Utang dipacar numpuk, Hafidin nekat gantung diri
Sabtu, 12 April 2014 - 14:37 WIB
Utang dipacar numpuk, Hafidin nekat gantung diri
A
A
A
Sindonews.com - Seorang remaja Hafidin Riyana (23) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Gang Simpang, RT2/7, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.
Paman Hafidin, Wahyu (43) mengatakan, keponakannya itu pertama kali diketahui tewas saat istrinya akan membangunkan Hafidin. Namun lantaran tak ada jawaban, istrinya pun mencoba melihatnya dari celah kecil di kamar korban.
“Pas dilihat ada kaki yang menggantung. Ternyata memang benar bunuh diri,” ungkapnya, kepada wartawan, Sabtu (12/4/2014).
Wahyu menjelaskan, sebelum kejadian, istrinya sempat mendapat sebuah sms yang berisikan jika korban akan melakukan bunuh diri, lantaran terlilit hutang oleh pacarnya.
Namun, seolah tak percaya, Wahyu dan istrinya pun tak menghiraukan sms tersebut. Bahkan, awalnya Wahyu berencana memarahi si pengirim sms, namun hal itu urung dilakukan.
“Ternyata betul sms itu kejadian juga. Di dalam kamar juga ditemukan surat wasiat yang isinya, ‘dari pada bayar utang harus nyopet, lebih baik saya bunuh diri’. Kurang lebih seperti itu,” terangnya.
Sementara itu, Kapolsketa Kiaracondong Kompol Maria Horet Hera mengatakan, korban nekat bunuh diri lantaran terlilit hutan. “Motif sementara korban ini terlilit utang ke pacarnya. Dari pada bayar utang yang sudah banyak, dia memilih mati,” jelasnya.
Pihak kepolisian saat ini telah meminta keterangan dari beberapa orang saksi, termasuk paman dan pacar korban. Namun untuk sementara disimpulkan, kejadian ini murni bunuh diri.
Usai melakukan oleh TKP, jasad korban langsung dibawa ke kamar mayat RS Hasan Sadikin (RSHS) untuk dilakukan visum.
Paman Hafidin, Wahyu (43) mengatakan, keponakannya itu pertama kali diketahui tewas saat istrinya akan membangunkan Hafidin. Namun lantaran tak ada jawaban, istrinya pun mencoba melihatnya dari celah kecil di kamar korban.
“Pas dilihat ada kaki yang menggantung. Ternyata memang benar bunuh diri,” ungkapnya, kepada wartawan, Sabtu (12/4/2014).
Wahyu menjelaskan, sebelum kejadian, istrinya sempat mendapat sebuah sms yang berisikan jika korban akan melakukan bunuh diri, lantaran terlilit hutang oleh pacarnya.
Namun, seolah tak percaya, Wahyu dan istrinya pun tak menghiraukan sms tersebut. Bahkan, awalnya Wahyu berencana memarahi si pengirim sms, namun hal itu urung dilakukan.
“Ternyata betul sms itu kejadian juga. Di dalam kamar juga ditemukan surat wasiat yang isinya, ‘dari pada bayar utang harus nyopet, lebih baik saya bunuh diri’. Kurang lebih seperti itu,” terangnya.
Sementara itu, Kapolsketa Kiaracondong Kompol Maria Horet Hera mengatakan, korban nekat bunuh diri lantaran terlilit hutan. “Motif sementara korban ini terlilit utang ke pacarnya. Dari pada bayar utang yang sudah banyak, dia memilih mati,” jelasnya.
Pihak kepolisian saat ini telah meminta keterangan dari beberapa orang saksi, termasuk paman dan pacar korban. Namun untuk sementara disimpulkan, kejadian ini murni bunuh diri.
Usai melakukan oleh TKP, jasad korban langsung dibawa ke kamar mayat RS Hasan Sadikin (RSHS) untuk dilakukan visum.
(san)