Polisi diminta usut kasus tanah longsor di Sibolga

Jum'at, 04 April 2014 - 17:28 WIB
Polisi diminta usut...
Polisi diminta usut kasus tanah longsor di Sibolga
A A A
Sindonews.com - Dugaan kuat adanya kesalahan manusia dalam longsor yang menewaskan tiga orang pelajar di di Jalan Sudirman, Gang Walet, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, meyakinkan pihak kepolisian untuk meningkatkan kasus itu ke tingkat penyidikan semakin besar.

"Sekali lagi harus ada pertanggungjawaban mutlak terhadap para pelaku atas meninggalnya tiga orang dan beberapa orang lainnya kritis. Terkait yang kritis ini, saya doakan secepatnya bisa sembuh dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga,” ujar Kapolres Kota Sibolga Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Guntur AS, Jumat (4/4/2014).

Sementara itu, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk langsung meninjau lokasi kejadian. Bersama pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Syarfi mengucapkan berbelasungkawa dan mempersilakan pihak kepolisian untuk menyelidiki dan memberikan penegakan hukum kepada pelaku peristiwa itu.

“Silahkan pihak kepolisian untuk menyelidiki peristiwa ini,” kata Syarfi.

Namun, di balik peristiwa tragis itu, Syarfi menyampaikan rasa kecewanya terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pempropsu) yang belum bisa menegaskan batas wilayah Sibolga dan Tapteng.

Sebab berdasarkan laporan yang dia terima, aparatnya tidak bisa bertindak tegas, karena aktivitas pengerukan perbukitan diklaim bukanlah bagian dari kota Sibolga.

“Batas wilayah ini sesungguhnya sudah kita laporkan ke Pemprovsu. Tapi hasilnya belum ada sampai sekarang dan malah membuat suasana semakin seperti ini. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita, terutama Pemprovsu, supaya bisa tegas dan menjadikan masalah tapal batas ini menjadi skala prioritas,” tukasnya.

Syarfi menambahkan, sempitnya ruang dan lahan Kota Sibolga untuk pembangunan perumahan penduduk, memaksa warga mengarahkan pembangunan ke perbukitan atau pegunungan, serta laut, tanpa memperdulikan ancaman alam.

“Kita juga di sini sudah memohon perluasan daerah, tapi hasilnya belum ada sampai kini. Sementara untuk melarang warga supaya jangan melakukan pembangunan diperbukitan khususnya dikemiringan 45 drajat, sudah kita lakukan," pungkasnya.

Baca juga:
Sibolga berduka, 3 pelajar tewas tertimbun longsor
Longsor di Sibolga diduga akibat pengerukan tebing
(san)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Pencarian 3 Warga Korban...
Pencarian 3 Warga Korban Tanah Longsor di Kota Bogor
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
32 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved