Besok, sampah pasar diambil alih PD Pasar Jaya
Senin, 31 Maret 2014 - 20:16 WIB
Besok, sampah pasar diambil alih PD Pasar Jaya
A
A
A
Sindonews.com - Sampah pasar yang sebelumnya dikelola oleh pihak Dinas Kebersihan, per 1 April 2014 akan diambil alih oleh PD Pasar Jaya. Karena, PD Pasar Jaya ingin mandiri soal pengelolaan sampah di kawasan pasar.
Humas PD Pasar Jaya Agus Lamun mengatakan, pengambilalihan ini masih transisi. Maka itu pihaknya masih membutuhkan pendampingan dari Dinas Kebersihan setempat. Sebab, pengelolaan sampah itu tidak bisa secara langsung ditangani oleh pihaknya.
"Iya benar kita akan mengelola sampah, namun dalam proses transisi, tentunya kita masih membutuhkan bantuan dari Dinas Kebersihan," katanya di Jakarta, Senin (31/3/2014).
Agus menjelaskan, di DKI Jakarta ada 153 pasar yang dikelola oleh PD Pasar Jaya. Adapun rata-rata sampah yang dihasilkan dari 153 pasar itu mencapai 10.000 meter kubik per bulannya.
Mengelola sampah, kata dia, tentu harus dimatangkan kembali mulai dari sumber daya manusia, sarana transportasi, hingga pembicaraan ke pihak tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang.
"Idealnya untuk mengangkut sampah, kita membutuhkan 50 truk besar," tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Agus, pihaknya bekerja sama dengan organisasi Aksi Jakarta Bersih. Pihaknya juga sudah melakukan studi banding ke Pasar Gemah Ripah di kawasan Solo. Di pasar ini sampah bisa dijadikan daya listrik.
"Kita sudah melakukan pembicaraan dengan peneliti dari UGM untuk mengolah sampah menjadi listrik, seperti di Solo," katanya.
Agus menjelaskan, saat ini sudah ada dua pasar yang menerapkan pemilahan sampah, yakni sampah kering dan sampah basah. Selanjutnya sampah ini dijadikan kompos. "Kedua pasar tersebut yakni Pasar Kramat Jati dan Pasar Klender," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji membenarkan rencana pengalihan pengelolaan sampah pasar kepada pihak PD Pasar Jaya. Semua rencana tersebut masih terus dibahas antara Dinas Kebersihan dengan PD Pasar Jaya.
"Iya benar, per 1 April PD Pasar Jaya akan mengelola sampah pasar yang ada di DKI Jakarta. Tapi rencana tersebut masih dalam pembahasan agar semuanya matang," tungkasnya saat dihubungi.
Humas PD Pasar Jaya Agus Lamun mengatakan, pengambilalihan ini masih transisi. Maka itu pihaknya masih membutuhkan pendampingan dari Dinas Kebersihan setempat. Sebab, pengelolaan sampah itu tidak bisa secara langsung ditangani oleh pihaknya.
"Iya benar kita akan mengelola sampah, namun dalam proses transisi, tentunya kita masih membutuhkan bantuan dari Dinas Kebersihan," katanya di Jakarta, Senin (31/3/2014).
Agus menjelaskan, di DKI Jakarta ada 153 pasar yang dikelola oleh PD Pasar Jaya. Adapun rata-rata sampah yang dihasilkan dari 153 pasar itu mencapai 10.000 meter kubik per bulannya.
Mengelola sampah, kata dia, tentu harus dimatangkan kembali mulai dari sumber daya manusia, sarana transportasi, hingga pembicaraan ke pihak tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang.
"Idealnya untuk mengangkut sampah, kita membutuhkan 50 truk besar," tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Agus, pihaknya bekerja sama dengan organisasi Aksi Jakarta Bersih. Pihaknya juga sudah melakukan studi banding ke Pasar Gemah Ripah di kawasan Solo. Di pasar ini sampah bisa dijadikan daya listrik.
"Kita sudah melakukan pembicaraan dengan peneliti dari UGM untuk mengolah sampah menjadi listrik, seperti di Solo," katanya.
Agus menjelaskan, saat ini sudah ada dua pasar yang menerapkan pemilahan sampah, yakni sampah kering dan sampah basah. Selanjutnya sampah ini dijadikan kompos. "Kedua pasar tersebut yakni Pasar Kramat Jati dan Pasar Klender," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji membenarkan rencana pengalihan pengelolaan sampah pasar kepada pihak PD Pasar Jaya. Semua rencana tersebut masih terus dibahas antara Dinas Kebersihan dengan PD Pasar Jaya.
"Iya benar, per 1 April PD Pasar Jaya akan mengelola sampah pasar yang ada di DKI Jakarta. Tapi rencana tersebut masih dalam pembahasan agar semuanya matang," tungkasnya saat dihubungi.
(mhd)