Balik ke jalan, PKL ingin cari makan
Senin, 31 Maret 2014 - 20:11 WIB
Balik ke jalan, PKL ingin cari makan
A
A
A
Sindonews.com - Meski menyadari berdagang di pinggir jalan melanggar Peraturan Daerah (perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, Pedagang Kaki Lima (PKL) KS Tubun akan kembali ke jalan untuk menyambung hidup.
"Saya memang pedagang juga. Saya tahu ini melanggar, tapi mau bagaimana lagi? Rata-rata kami dapat makan dari berjualan. Daripada kami mencuri, ya lebih baik seperti ini," kata Ketua RW01, Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat, Saini (40), di Jakarta, Senin (31/3/2014).
Setelah mencoba ikut berjualan di kios PD Pasar Jaya, Saini bersama teman-teman PKL lainnya mengalami kerugian yang besar lantaran modal dagangannya tidak berputar. Seharusnya, sebelum merelokasi, pemerintah harus memperhatikan aspek-aspek penunjang lainnya, jangan hanya menyiapkan kios saja.
Salah satu alasan pemerintah merelokasi PKL KS Tubun karena dinilai memperparah kepadatan arus lalu lintas di depan Museum Tekstil. Namun, hal itu dibantah oleh Saini.
Menurut dia, kepadatan arus lalu lintas bukan lantaran adanya PKL melainkan tidak adanya polisi yang mengatur arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.
"Kami di sini membantu memperlancar arus, lihat saja banyaknya pengendara motor yang melawan arus. Itu salah satu faktor utama penyebab kemacetan, mana polisinya?" cetusnya.
Baca:
Tak dapat untung, PKL kembalikan kunci kios
"Saya memang pedagang juga. Saya tahu ini melanggar, tapi mau bagaimana lagi? Rata-rata kami dapat makan dari berjualan. Daripada kami mencuri, ya lebih baik seperti ini," kata Ketua RW01, Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat, Saini (40), di Jakarta, Senin (31/3/2014).
Setelah mencoba ikut berjualan di kios PD Pasar Jaya, Saini bersama teman-teman PKL lainnya mengalami kerugian yang besar lantaran modal dagangannya tidak berputar. Seharusnya, sebelum merelokasi, pemerintah harus memperhatikan aspek-aspek penunjang lainnya, jangan hanya menyiapkan kios saja.
Salah satu alasan pemerintah merelokasi PKL KS Tubun karena dinilai memperparah kepadatan arus lalu lintas di depan Museum Tekstil. Namun, hal itu dibantah oleh Saini.
Menurut dia, kepadatan arus lalu lintas bukan lantaran adanya PKL melainkan tidak adanya polisi yang mengatur arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.
"Kami di sini membantu memperlancar arus, lihat saja banyaknya pengendara motor yang melawan arus. Itu salah satu faktor utama penyebab kemacetan, mana polisinya?" cetusnya.
Baca:
Tak dapat untung, PKL kembalikan kunci kios
(mhd)